{"id":18676,"date":"2026-08-26T13:50:44","date_gmt":"2026-08-26T06:50:44","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=18676"},"modified":"2026-08-26T13:50:45","modified_gmt":"2026-08-26T06:50:45","slug":"membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/","title":{"rendered":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/edisi.co\" type=\"link\" id=\"edisi.co\"><strong>EDISI.CO,<\/strong> <strong>BATAM<\/strong><\/a><strong> &#8211;<\/strong> Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter Menolak Punah, di Atrium Pollux Mall Batam Center, Minggu (23\/8\/2026). Kegiatan bertajuk <em>\u201cMerdeka atau Punah? Batam, Let\u2019s Talk About Our Future!\u201d<\/em> ini menjadi ruang bersama untuk membahas dampak industri fesyen, budaya fast fashion, serta ancaman mikroplastik terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang dimulai pukul 18.45 WIB ini digelar secara terbuka dan gratis, hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain BatamOn Global Group, Dompet Dhuafa Kepri, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam, Pollux Mall Batam dan Amigos Batam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter Menolak Punah&nbsp; karya Dandhy Laksono dan Aji Yahuti. Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Ekspedisi Indonesia Baru, The Body Shop Indonesia, Sunspirit, dan Sejauh Mata Memandang. Film ini mengajak penonton melihat hubungan antara pola konsumsi manusia dengan kerusakan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film tersebut memperlihatkan bagaimana industri fesyen modern, khususnya praktik fast fashion, menciptakan persoalan mulai dari penggunaan bahan sintetis, limbah tekstil, ancaman mikroplastik, hingga semakin terpinggirkannya praktik sandang yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film juga memperlihatkan bahwa pakaian yang digunakan sehari-hari ternyata memiliki jejak lingkungan yang panjang. Serat sintetis berbahan plastik dapat melepaskan mikroplastik saat dicuci, sementara pakaian yang dibuang tanpa pengelolaan berpotensi menjadi limbah baru yang mencemari lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Fast Fashion dan Slow Fashion<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan dua narasumber, yakni Indina Putri Fadjar, praktisi slow fashion, dan Yogi Eka Sahputra, jurnalis Mongabay sekaligus Ketua AJI Batam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indina Putri Fadjar menyoroti bahwa budaya konsumsi pakaian saat ini semakin dipengaruhi oleh tren, media sosial, dan kemudahan belanja daring. Fenomena penggunaan pakaian bertema tertentu, tren couple outfit, hingga promosi besar-besaran melalui platform digital membuat masyarakat semakin mudah membeli pakaian baru dengan harga murah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengaku pernah membeli pakaian melalui platform digital dan menemukan bahwa banyak produk murah menggunakan bahan sintetis berbasis plastik yang kualitasnya juga tidak bisa dipakai lama. \u201cMeskipun murah, ternyata banyak pakaian yang kandungannya didominasi bahan plastik. Ini yang perlu menjadi perhatian karena dampaknya kembali ke lingkungan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/warga-rempang-gelar-salat-hajat-memohon-perlindungan-dan-keadilan-untuk-masyarakat\/\">Warga Rempang gelar Salat Hajat: Memohon Perlindungan dan Keadilan untuk Masyarakat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indina mendorong masyarakat mulai menerapkan prinsip slow fashion, salah satunya dengan lebih teliti memilih pakaian. Menurutnya, masyarakat dapat memperhatikan komposisi bahan pakaian dan memilih produk dengan kandungan serat alami seperti katun yang lebih tinggi dibandingkan poliester, meskipun industri pakaian ini diduga bisa berbohong soal bahan yang mereka gunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga mengingatkan bahwa pakaian berbahan sintetis berpotensi melepaskan mikroplastik ketika dicuci. Karena itu, kebiasaan merawat pakaian dengan baik dan memperpanjang usia pakai menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain perubahan perilaku konsumen, Indina juga menilai pelaku usaha perlu mulai mempertimbangkan keberlanjutan dalam menjalankan bisnis. \u201cPerubahan harus dimulai dari diri sendiri, tetapi dunia usaha juga perlu memikirkan keberlanjutan agar pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan persoalan lingkungan, berbisnislah dengan kalbu,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Yogi Eka Sahputra menilai isu yang diangkat dalam film Menolak Punah terjadi di Batam sebagai kota industri dan perdagangan. Menurutnya, Batam menjadi salah satu pintu masuk berbagai barang konsumsi, termasuk pakaian. Kondisi tersebut membuat persoalan fast fashion dan limbah tekstil relevan untuk dibahas di tingkat lokal. \u201cKita juga sering liputan soal masuknya pakaian ilegal ke Batam, jadi Batam tidak hanya tempat impor pakaian legal tetapi juga ilegal, itu tentu akan menambah beban sampak tekstil di Kota ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogi juga menyoroti berkembangnya praktik thrifting atau penggunaan serta jual beli pakaian bekas di Batam. Menurutnya, penggunaan kembali pakaian dapat menjadi salah satu solusi untuk memperpanjang usia pakaian dan mengurangi konsumsi berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, ia mempertanyakan apakah sudah dipastikan pakaian bekas yang dijual di Batam layak pakai, pertanyaan lainnya kemana sisa pakaian yang tidak layak. \u201cThrifting bisa menjadi salah satu solusi menuju slow fashion. Tetapi pertanyaannya, bagaimana dengan pakaian yang tidak layak pakai? Ke mana akhirnya limbah itu pergi?\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, ancaman mikroplastik yang ditampilkan dalam film bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat Batam. Dalam film dijelaskan setiap kali mencuci ada 700 ribu mikroplastik yang terbuang, hal itu tentu terjadi di Batam mikro plastiknya akan masuk ke laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu juga sampah tekstil yang ada di TPA Punggur Batam, mikro plastik hasil sampah itu juga bermuara ke laut. \u201cMakanya ada penelitian, bahwa gonggong di pesisir Batam ini diduga tercemar mikroplastik,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dari Batam Menolak Punah atau Menuju Punah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi tidak hanya membahas fast fashion, tetapi juga mengajak peserta merefleksikan makna menolak punah sebagai gerakan bersama menjaga masa depan. Menolak punah adalah upaya generasi saat ini agar tidak menciptakan racun (mikroplastik) untuk generasi selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogi mengatakan bahwa menolak punah berarti memiliki kesadaran terhadap kondisi di sekitar dan mengambil tindakan atas berbagai persoalan yang terjadi. \u201cGenerasi berikutnya bergantung pada keputusan yang kita ambil hari ini. Karena itu, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, gerakan menolak punah dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Menurut Yogi banyak isu lingkungan di Batam dianggap tidak penting bagi sebagian orang, bahkan menjadi hal yang aneh ditengah masyarakat. \u201cPadahal sudah nampak di film ini, bahwasannya lingkungan rusak akan membuat manusia akan punah secara perlahan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yogi mencontohkan berbagai isu yang tidak dikawal, seperti limbah elektronik, sampah plastik hingga perusakan mangrove yang terus terjadi di Batam. Semua itu perlu kampanye atau kepedulian bersama agar kerusakan tidak terus meluas dan menciptakan kepunahan baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/warga-rempang-peringati-hut-ke-81-ri-dengan-mengheningkan-cipta\/\">Warga Rempang Peringati HUT Ke-81 RI dengan Mengheningkan Cipta<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indina juga menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan produk berbahan plastik, dan mempertimbangkan dampak lingkungan dari setiap pilihan konsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi turut menghadirkan Hasbi, anak muda berusia 19 tahun yang mengembangkan praktik penggunaan kembali dan pengolahan pakaian bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasbi membagikan pengalamannya mengkampanyekan daur ulang tekstil hingga ke berbagai negara. Menurutnya, gerakan lingkungan membutuhkan konsistensi dan kesabaran untuk mengajak lebih banyak orang terlibat. \u201cLebih baik melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan lingkungan dan memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Salah seorang penggagas kegiatan lingkungan yang bernama Tanjung Uma Empowerment dari BatamOn Global Group, Windasari, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan kolektif berbagai komunitas dan organisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya kegiatan hanya direncanakan secara sederhana, tetapi dukungan dari banyak pihak membuat acara akhirnya dapat digelar secara terbuka di ruang publik. Minda juga menceritakan pengalamannya saat terlibat dalam kegiatan pembersihan pesisir di Batam. Dalam kegiatan tersebut, ia menemukan banyak sampah tekstil di kawasan pesisir dan laut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan itu memperlihatkan bahwa persoalan yang ditampilkan dalam film Menolak Punah bukan sesuatu yang jauh, melainkan telah hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadir juga Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kepri Mustafa serta perwakilan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepulauan Riau. Mustafa mengatakan, Kadin Kepri memberikan perhatian khusus soal lingkungan dalam dunia usaha. Ia mengapresiasi kegiatan nobar dan diskusi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perwakilan Dompet Dhuafa Kepri, Wulan, menambahkan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana berkat kolaborasi banyak pihak. Menurutnya, kerja sama menjadi kunci agar isu lingkungan terus dibicarakan dan direspons bersama. Acara ditutup dengan doa bersama untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur yang dipimpin oleh Wulan, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDISI.CO, BATAM &#8211; Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":18677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51,2262],"tags":[5328,634,4934,5877],"class_list":["post-18676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-batam","category-nasional","tag-dokumenter","tag-film","tag-indonesia-baru","tag-menolak-punah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-26T06:50:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-26T06:50:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1204\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"edisinya admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"edisinya admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\"},\"author\":{\"name\":\"edisinya admin\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281\"},\"headline\":\"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam\",\"datePublished\":\"2026-08-26T06:50:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-26T06:50:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\"},\"wordCount\":1173,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg\",\"keywords\":[\"Dokumenter\",\"Film\",\"Indonesia Baru\",\"Menolak Punah\"],\"articleSection\":[\"BATAM\",\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\",\"name\":\"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-26T06:50:44+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-26T06:50:45+00:00\",\"description\":\"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1204,\"caption\":\"Nonton Bareng film Menolak Punah di Kota Batam. Acara yang terlaksana di Batam Centre ini diserangkaikan juga dengan diskusi terkait fast fesyen dan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281\",\"name\":\"edisinya admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"edisinya admin\"},\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/punyaedisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi","description":"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi","og_description":"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng","og_url":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2026-08-26T06:50:44+00:00","article_modified_time":"2026-08-26T06:50:45+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1204,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"edisinya admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"edisinya admin","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/"},"author":{"name":"edisinya admin","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281"},"headline":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam","datePublished":"2026-08-26T06:50:44+00:00","dateModified":"2026-08-26T06:50:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/"},"wordCount":1173,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg","keywords":["Dokumenter","Film","Indonesia Baru","Menolak Punah"],"articleSection":["BATAM","NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/","url":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/","name":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam - Edisi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg","datePublished":"2026-08-26T06:50:44+00:00","dateModified":"2026-08-26T06:50:45+00:00","description":"Puluhan anak muda, pegiat lingkungan, komunitas, aktivis, dan masyarakat umum berkumpul dalam kegiatan nonton bareng","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-19.35.27.jpeg","width":1600,"height":1204,"caption":"Nonton Bareng film Menolak Punah di Kota Batam. Acara yang terlaksana di Batam Centre ini diserangkaikan juga dengan diskusi terkait fast fesyen dan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/membaca-bahaya-limbah-fast-fashion-dari-film-menolak-punah-di-batam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membaca Bahaya Limbah Fast Fashion dari Film Menolak Punah di Batam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281","name":"edisinya admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g","caption":"edisinya admin"},"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/punyaedisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18676"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18678,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18676\/revisions\/18678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}