Pendidikan + Budaya – Artikel, Analisis, Komentar

Menampilkan 1 - 25 dari 926 artikel

Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (19/8/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU

MBG terus menuai korban: 50 ribu siswa keracunan, miliaran duit warga terbuang

Angka keracunan akibat MBG jauh lebih besar daripada yang selama ini dilaporkan. Padahal, keracunan juga membawa beban beruntun ke masyarakat. Apa solusinya?
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Pantaskah presiden berkata kasar? Bagaimana bahasa politik mengubah batas kesantunan di ruang publik

Ungkapan ‘ndasmu’ dan ‘londo ireng’ oleh presiden menunjukkan bahwa makna ujaran ditentukan oleh pengucapnya—baik sebagai strategi pengalihan isu maupun penjelas batas terhadap pengkritik.
Menjadi sopir jeep kini menjadi salah satu aspirasi masa depan bagi anak-anak di Kawasan Rawan Bencana Merapi. Heru Dharma/Pexels

Kehidupan sosial ekonomi di kawasan rawan bencana pengaruhi aspirasi anak saat dewasa

Pilihan atas cita-cita dan aspirasi saat dewasa, sangat ditentukan oleh lingkungan tempat anak-anak tumbuh dan pola pengasuhan yang mereka terima.
Pengunjung menjajal gim karya pelajar pada PIAGEX 2026 di Padang, Sumatera Barat, Minggu (26/7/2026). Pameran ini mendukung pengembangan kemampuan koding, gim, dan robotika siswa sejalan dengan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) SMP. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/kye

Ingin anak jadi warga digital? Guru dan orang tua perlu terlibat

Meski trennya positif, sebagian guru masih kesulitan mengenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial karena belum menguasai materi secara berimbang.
Kemampuan membaca anak tidak bisa instan, pengalaman berinteraksi dengan orang tua saat membaca bersama punya peran penting. Leonard Antasari/Pexels

Sebelum masuk SD, haruskah anak sudah bisa membaca?

Penelitian menunjukkan bahwa yang paling penting bukan seberapa cepat anak mampu membaca sendiri, melainkan bagaimana orang dewasa mendampingi proses mereka belajar membaca.
Pendidikan seksualitas di sekolah dasar belum memiliki standar ‘wadah’ dan posisi yang jelas dalam kurikulum. Neilstha Firman/Pexels

Riset di Yogyakarta: Pendidikan seksualitas di SD masih bergantung pada kemampuan sekolah

Sekolah Dasar di Yogyakarta menggunakan cara masing-masing untuk memberikan pendidikan seksualitas. Ini menciptakan kesenjangan baik dari sisi materi, pengajar, maupun pengemasan program.