Articles on Film
Displaying 21 - 40 of 56 articles
Dunia film Indonesia belum banyak diisi oleh film anak karena tidak banyak sineas yang tertarik memproduksi subgenre film ini. Apa solusinya?
Tak hanya memiliki nilai ekonomi, sektor ekonomi kreatif memiliki pengaruh dalam membentuk dan soft power, bahkan merek’ suatu bangsa.
Representasi pocong dalam film mencerminkan ketakutan yang ada di masyarakat Indonesia. Sehingga ketika masyarakatnya berubah, representasinya pun ikut berubah.
Tiba-tiba meneteskan air mata menunjukkan respons empati yang kuat - sebuah komponen utama dari kecerdasan emosional.
Kamu mungkin pernah mendengar tentang male gaze, tetapi apakah itu? Dan apakah ada yang namanya female gaze?
Walaupun ada perkembangan dalam penerimaan keragaman linguistik di masyarakat, kadang-kadang film masih mengasosiasikan bahasa asing dengan sesuatu yang jahat.
Jumlah penonton film lokal di bioskop memecahkan rekor di Indonesia dan Malaysia
Empat hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum meluncurkan bisnis rintisan bersama temanmu.
Tak hanya pecahnya rekor jumlah penonton, kebangkitan perfilman Indonesia pada 2022 juga diwarnai ramainya festival film, prestasi global, hingga tren positif di industri dan layanan streaming.
Meski banyak orang akan mengklaim ‘blackface’ hanyalah lelucon semata, video TikToker baru-baru ini mengandung rasisme terhadap orang kulit hitam. Apa yang salah dari praktik ‘blackface’ ini?
Translation results
Film seperti Princess Mononoke, My Neighbor Totoro dan Nausicaä yang dibuat oleh Hayao Miyazaki mengeksplorasi bahaya mengabaikan alam.
Para kritikus yang kesal dengan kurangnya sosok penjahat di ‘Encanto’ perlu melihat lebih dekat efek dari pemindahan kolonial.
Apakah sebaiknya kita memboikot seseorang dan karya mereka atau tidak? Berikut dua perspektif yang bisa menjadi pertimbangan tambahan dalam perdebatan panas ini.
Kembali dalam warna hitam: estetika gelap dari tentara salib berjubah telah berkembang melalui beberapa era batsuit ikonik, masing-masing mencerminkan gaya film Batman yang berbeda.
Di episode SuarAkademia kali ini, kami ngobrol dengan Gilang Parahita, mahasiswa PhD di King's College London tentang evolusi kritik sosial dan penggambaran isu gender dalam film Indonesia.
Tokoh agama kerap hadir dalam film horor sebagai tokoh protagonis yang melambangkan “kemenangan kebaikan atas kejahatan.” Bagaimana penggambarannya dalam sejarah perfilman Indonesia?
Dari neoliberalisme hingga upaya perombakan sistem, Don’t Look Up mengajarkan kita tentang praktik ekonomi yang mendukung fondasi sosial masyarakat.
Kita mungkin tidak tertarik pada film dengan unsur kekerasan sebanyak yang orang pikirkan.
Gelombang baru musik dan perfilman Korea punya peran besar dalam mengubah persepsi dan stereotip terkait orang Asia.
Setelah kontroversi #OscarsSoWhite (#OscarsSangatPutih) pada tahun 2015, apakah kemajuan ini adalah “normal baru” untuk Hollywood?



















