Articles on Kebakaran gambut
Displaying all articles
Karhutla Kalimantan bukan sekadar dampak El Niño, tetapi akibat tanah yang kehilangan daya simpan air. Pencegahan harus dimulai dari restorasi fungsi ekologi tanah.
Persiapan pengendalian kebakaran sudah dilakukan dari jauh-jauh hari, tapi Indonesia masih kewalahan.
Sejumlah kawasan gambut yang rusak amat mudah terbakar di musim kering.
Secara historis, kebakaran berkali-kali menyumbang emisi karbon yang fantastis. Ada 4 hal yang perlu diperhatikan pemerintah agar rencana pengurangan emisi sektor kehutanan berjalan efektif.
Penerapan kebijakan teknis pembasahan kembali lahan gambut belum optimal mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Laju kebakaran hutan gambut lima kali lebih cepat dibanding kebakaran di kawasan lainnya.
Tanpa upaya serius memangkas polusi, produktivitas listrik dari energi surya kurang optimal sehingga dapat merugikan pengguna dan pemerintah.
Kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan bisa lebih sering melanda Indonesia seiring memanasnya suhu bumi.
Lahan gambut di seluruh dunia punya jumlah karbon besar dan bisa menjaga Bumi dari pemanasan. Namun, meningkatnya suhu dan penggunaan berlebihan dapat mengubah fungsinya.
Penelitian membuktikan skema perhutanan sosial, yaitu Hutan Desa, bisa menurunkan tingkat kemiskinan, namun juga untuk menekan laju deforestasi.
Penelitian yang ada menunjukan kebakaran yang terjadi sebelumnya meningkatkan angka kematian anak dan mengurangi angka pertumbuhan.
Perlu dicari cara membuka lahan gambut yang lebih ekonomis dan praktis tanpa menghidupkan korek api dan menyulutnya pada tanaman yang sudah mengering.
Pemerintahan Jokowi merestorasi lahan gambut sejak 2016. Namun, kebakaran hutan dan lahan gambut tetap terjadi di area yang sudah direstorasi. Apa penyebabnya?












