Articles on Pandemi COVID-19
Displaying 1 - 20 of 76 articles
Pandemi COVID-19 mendorong riset genomik dan pengembangan vaksin di Indonesia. Ketahui dampaknya lebih jauh di sini.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami kemajuan dalam menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak pengungsi, pandemi telah membuat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.
Kesehatan mental remaja perempuan memburuk selama 10 tahun terakhir. Sebuah laporan baru menunjukkan remaja perempuan lebih sering mengalami kesedihan dan keputusasaan.
Perempuan pekerja migran domestik dan purna menjadi salah satu kelompok yang terkena dampak paling parah selama pandemi. Dampaknya masih mereka rasakan hingga menjelang berakhirnya pandemi ini.
Tujuh rekomendasi utama untuk mengurangi dampak kehilangan pembelajaran selama pandemi
Setidaknya dua alasan mengapa kejelasan tentang masa berlaku kondisi darurat dalam hal ini pandemi penting bagi pemerintahan.
Semakin besar seseorang mempercayai misinformasi pengobatan dan pencegahan non-psikologis serta teori konspirasi, semakin ia enggan menjaga jarak
Pandemi Covid-19 membuat kebiasan berbelanja masyarakat kota berubah dan hal ini mendorong perubahan desain pusat perbelanjaan modern.
Perempuan Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah menunjukkan reaksi yang unik dalam hadapi pandemi.
Banyak orang Bali percaya bahwa COVID-19 tidak dapat dilawan dengan protokol kesehatan saja, dan membutuhkan persembahan ritual dan doa. Tetapi ritual kolektif menempatkan orang pada risiko yang lebih besar.
Survei terbaru kami dari SMERU Research Institute menunjukkan ketimpangan pada akhirnya akan ikut menentukan kemampuan seseorang bertahan hidup selama pandemi
Para Ojol mendapatkan pendapatan yang berkurang karena pandemi, maka jaminan pendapatan dasar bisa mengurangi kerentanan dan ketidakpastian mereka.
Bagaimana pertimbangan di balik keputusan para mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk pulang di tengah pandemi ini?
Pandemi tidak menghentikan gairah membanjirnya produksi sastra sepanjang 2020.
Meski perubahan adaptif mungkin belum terjadi, semua data yang tersedia pada tahap ini menunjukkan bahwa kita menghadapi virus yang sama sejak awal pandemi.
Ketidaksetaraan gender membuat perempuan memiliki risiko lebih besar terkena coronavirus.
Dokter keluarga punya peran penting untuk mendiagnosis yang tepat sekaligus memberikan pendidikan yang benar kepada para pasiennya agar masyarakat patuh protokal pencegahan COVID.
Peningkatan status kesehatan masyarakat membutuhkan pilihan dan kemauan politik karena krisis kesehatan tidak dapat dicegah hanya dengan perubahan gaya hidup, tapi juga perubahan struktural.
Untuk menghindari kesalahan serupa, universitas dan pihak yang bekerja sama harus mengikuti proses ilmiah standar sehingga dapat menjamin akuntabilitas penggunaan dana publik untuk riset.
Rasa takut dan malu yang berasal dari stigma dan diskriminasi terhadap pasien COVID-19 justru bisa mendorong penyebaran virus dan mencegah penanganan kesehatan yang vital



















