Blog

Gali visi anak muda tentang energi terbarukan sektor ketenagalistrikan, The Conversation Indonesia dan CASE for Southeast Asia menggelar lomba esai

CASE IESR.

Target pencapaian bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Salah satu elemen masyarakat yang strategis dalam mempercepat transisi ini adalah generasi muda Indonesia. Anak muda memiliki keterampilan yang tepat untuk mempercepat transisi energi dengan berkontribusi dalam menciptakan pekerjaan yang mendukung ekonomi hijau sekaligus meningkatkan kesadaran publik melalui media sosial.

Oleh karena itu, The Conversation Indonesia bekerja sama dengan CASE for Southeast Asia menyelenggarakan Lomba Menulis Esai, pada 23 Juli - 23 Agustus 2024. Lomba ini bertujuan untuk mendorong generasi muda di Indonesia untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan ide-ide mereka tentang aksi mitigasi iklim dan transisi ke energi terbarukan, khususnya di sektor ketenagalistrikan.

Tema utama yang diangkat dalam kompetisi ini adalah “Gema Masa Depan: Peran Anak Muda untuk Masa Depan Energi Terbarukan Sektor Ketenagalistrikan di Indonesia”. Para peserta dapat menuliskan visi mereka tentang masa depan energi terbarukan di Indonesia dalam empat sub-tema yang bisa dielaborasi, yaitu transisi energi yang efektif meredam perubahan iklim; keterlibatan masyarakat dan kesetaraan sosial dalam transisi energi; aksi dan inovasi pemuda untuk mendukung transisi energi di Indonesia; serta peluang green jobs untuk mendukung transisi energi Indonesia.

Lomba Menulis Esai CASE 2024.

Selama lima minggu masa pendaftaran, kami mendapatkan 124 pendaftar yang berasal dari bermacam-macam latar belakang, seperti pelajar, mahasiswa, fresh graduate, dan peneliti muda. Peserta tersebut tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Palopo, Asahan, Makassar, Kendal, Balikpapan, hingga Kab. Enrekang.

Untuk menilai esai, kami mengundang tiga orang yang berkompeten di bidang transisi energi dan lingkungan sebagai sebagai tim juri, yaitu Agus Praditya Tampubolon, Project Manager of Clean, Affordable and Secure Energy (CASE) for Southeast Asia; Vivi Fitriyanti, Energy Analyst for Just Transition, World Resources Institute; serta Robby Irfany Maqoma, editor lingkungan The Conversation Indonesia.

Setelah proses penilaian yang ketat, tim juri memutuskan Muhammad Erza Aimar Rizky dengan esai berjudul “Listrik Murah Untuk Semua: Jalan Menuju Demokratisasi Energi” keluar sebagai juara 1. Kemenangan Muhammad Erza disusul oleh Nikolas Krisma Hadi Fernandez dengan esai “Menggunakan KKN Sebagai Sarana Transisi Energi: Rencana tanpa Reinvent the Wheel” sebagai juara 2 dan Rhea Oktaqiara dengan karya berjudul “Energi Terbarukan untuk Nusantara: Pelibatan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Perwujudan Just and Inclusive Energy Transition” sebagai juara ketiga.

Dua peserta terpilih dari Lomba Menulis Esai mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan gagasannya di Indonesia Sustainable Weeek (ISEW) 2024 yang diselenggarakan pada September lalu. Kami berharap, dengan adanya lomba esai ini, generasi muda dapat semakin berperan dalam mitigasi iklim dan gerakan transisi ke energi terbarukan di Indonesia.

Baca ringkasan esai pemenang Lomba Menulis Esai CASE di sini

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 233,400 academics and researchers from 5,619 institutions.

Register now