Label ‘londo ireng’ oleh Prabowo terhadap media adalah salah satu bentuk ancaman sekaligus represi yang dilakukan penguasa secara terang-terangan dan sistemik.
Pemerintah tengah melakukan sabotase akuntabilitas terhadap kerja pers. Ketika publik menuntut penjelasan, ruang untuk bertanya melalui media justru dipersempit.
Kampus dianggap mengajarkan praktik jurnalisme jadul sehingga tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi. Benarkah?
Media tampaknya kesulitan dalam mencari kebaruan dan buntu untuk mengaitkan isu HAM dalam konteks jangka panjang yang lebih besar secara mendalam.
Artikel ini diterbitkan untuk merayakan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari 2025 Jurnalisme merupakan salah satu entitas penting penjaga demokrasi. Namun hal tersebut sulit dilakukan saat media…
Banyaknya aktivis HAM dan korban Orde Baru di kabinet Prabowo justru menjadi senjata bagi pemerintah untuk agenda pemutarbalikkan fakta yang bertujuan mengubur perlahan isu pelanggaran HAM negara.
Jurnalisme di era yang cenderung otoriter harus mampu menghindarkan dirinya dari ketergantungan narasumber elit serta mengusahakan quality journalism hadir sebagai basis jurnalisme data masa kini.
Situasi hari ini tentang HAM masa lalu menunjukkan pendeknya memori kolektif publik sekaligus kegagalan media dalam mengkonstruksikan realitas. Akibatnya, isu HAM absen dalam wacana publik
Contact Senja for
- General
- Media request
- Speaking request
- Consulting / Advising
- Research collaboration
- Research supervision
- Location: Yogyakarta, Indonesia
- Article Feed
- Joined







