Cancel culture (budaya pemboikotan) telah membuat masyarakat ‘menghukum’ banyak pekerja yang terlibat dalam produksi suatu karya atau produk budaya. (Zenza Flarini/Shutterstock)

Kapan kita layak meng‑“cancel” seseorang maupun karyanya akibat perilaku tercela? Simak dua pertimbangan berikut

Apakah sebaiknya kita memboikot seseorang dan karya mereka atau tidak? Berikut dua perspektif yang bisa menjadi pertimbangan tambahan dalam perdebatan panas ini.

Contact Tina for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision