Articles on Iran
Displaying 1 - 20 of 23 articles
Pemotongan pidato Prabowo soal Iran bukan sekadar soal sensor. Penyuntingan itu memunculkan pertanyaan tentang posisi diplomatik Indonesia dan makna bebas aktif.
Pertemuan iklim di Santa Marta menunjukkan bahwa banyak negara ingin melanjutkan rencana untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, sekali dan untuk selamanya.
Ada narasi “kebangkitan batu bara” pasca serangan ke Iran, data menunjukkan sebaliknya penggunaan batu bara dan gas justru turun, sementara energi terbarukan meningkat.
Belum pernah terjadi sebelumnya sebuah negara tuan rumah Piala Dunia terlibat perang dengan negara peserta. Lantas, bagaimana nasib tim nasional putra Iran selanjutnya?
Teknologi ‘drone rudal’ semakin murah dengan bahan-bahan yang bisa kita temui di ‘marketplace’. Dilengkapi dengan AI, perlombaan teknologi semacam ini dibayangi oleh dilema etika peperangan dan celah hukum.
Prabowo siap damaikan AS - Iran, tapi publik sangsi. Apakah langkah mendadak ini berani atau sekadar pencitraan di tengah ketergantungan ekonomi kita pada negara maju?
Minyak bumi bukanlah komoditas biasa – ia membentuk politik di seluruh dunia.
Tak semudah itu meruntuhkan rezim Iran. Di balik protes warga, berdiri tembok kokoh paramiliter yang siap membela rezim habis-habisan. Artikel ini membedah mengapa kekuatan sipil saja tak cukup untuk menggulingkan sistem politik yang mengakar kuat.
Prabowo tegaskan bergabung BRICS bukan anti-Barat dan masih menjunjung diplomasi bebas aktif. Tapi kedekatan dengan Rusia, Cina, Iran membawa risiko bagi Indonesia.
CC BY64.4 MB (download)
Iran-Israel telah sepakati gencatan senjata, tapi perang bisa tetap terjadi kembali. Iran berada di posisi rentan karena embargo ekonomi, Israel terkenal agresif.
Dengan runtuhnya rezim Assad, Suriah kini terpecah dan terbagi di antara tiga faksi dominan, masing-masing dengan negara-negara pendukung dan tujuan yang berbeda.
Indonesia perlu berhati-hati jika konflik Iran-Israel memanas kembali. Konflik ini tak melulu seputar serangan militer, tetapi juga perang dagang.
Ayatollah Ali Khamenei mengumumkan masa berkabung selama lima hari setelah ditemukannya reruntuhan di lereng bukit.
Konflik yang telah berlangsung lama antara Israel dan Iran hanya sampai pada perang bayangan, sampai keduanya saling menyerang satu sama lain baru-baru ini.
Negara-negara Arab dan ASEAN bisa berperan besar dan aktif membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina. Lalu mengapa kini mereka cenderung lamban dan abai?
Komite Nobel mengatakan bahwa Narges Mohammadi mewakili perjuangan ribuan wanita pemberani yang memperjuangkan hak-hak mereka.
Laporan-laporan terkini terkait peracunan lebih dari 1.000 pelajar perempuan di Iran tampaknya merupakan babak baru dalam upaya pembungkaman hak pendidikan perempuan.
Saat banyak perempuan bisa dengan bebas memutuskan pilihan mereka untuk memakai hijab, ada pula perempuan-perempuan lain yang justru dipaksa memakainya.
“Mungkin bagi Iran, sudah terlambat (karena sudah banyak korban jiwa), tapi masih belum terlambat bagi Indonesia”
Perempuan telah lama menuntut perubahan di Iran. Setelah kematian seorang perempan yang dianggap melanggar aturan hijab, pendemo perempuan memimpin Iran menuju masyarakat yang lebih bebas dan adil.



















