Articles on krisis ekonomi
Displaying all articles
CC BY67.8 MB (download)
Indonesia sebentar lagi menyambut peringatan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81. Momentum perayaan kemerdekaan ini selayaknya tidak hanya diisi dengan kemeriahan pesta dan perlombaan semata, melainkan…
CC BY47.9 MB (download)
Obrolan mengenai pesugihan kembali populer. Salah satunya dipicu oleh bahasan netizen pasca mencuatnya isu rumah tangga selebritas seperti Ruben Onsu dan Sarwendah. Selain itu, muncul juga konten dari…
Pada akhirnya, salah satu penentu finansial rumah tangga adalah bagaimana bisa menjaga pengeluaran kecil yang jumlahnya tak jarang malah banyak secara kuantitas.
Variabel-variabel seperti kondisi geopolitik, perkembangan teknologi, faktor lingkungan, ancaman perang dan wabah penyakit sudah tak bisa lagi disepelekan.
Hanya butuh Rp110 triliun dengan jangkauan lebih dari 32,7 juta orang jika MBG difokuskan pada mereka yang benar-benar membuthkan makanan,
Momen untuk memulai resolusi tahun baru nyatanya sering membutuhkan persiapan modal yang besar.
Uang memang sering menjadi sumber konflik dalam hubungan. Namun, kondisi ekonomi saat ini membuat hubungan makin sulit dijalani.
Di krisis-krisis ekonomi sebelumnya, sektor informal menjadi bantalan masyarakat. Namun, pandemi COVID-19 menunjukkan perlunya sektor ini beradaptasi menghadapi situasi-situasi tak terduga.
Ketimpangan bisa jadi faktor yang memperburuk krisis. Pemerintah perlu terapkan kebijakan afirmatif untuk menghadapinya.
Ahli ekonomi memberikan wawasan tentang pengukuran inflasi, penyebab, dan pengaruhnya terhadap pengaruhnya terhadap masyarakat secara luas.
Pemenang Nobel Ekonomi mengajarkan kita bagaimana perbankan bisa menyebabkan – dan memitigasi – krisis ekonomi.
Seorang pakar ekonomi Sri Lanka mengidentifikasi dan menjelaskan tiga tantangan utama yang harus diatasi Presiden Ranil Wickremesinghe jika ia ingin membawa negara itu keluar dari krisis.
Pemerintah harus memperluas bantuan sosial ke kalangan yang rentan menjadi miskin karena dampak pandemi COVID-19 berkepanjangan.
Kebijakan pemerintah yang condong pro ekonomi telah membuat Indonesia terancam terperosok depresi.
Dengan segala kekurangannya, BLT diperlukan untuk menjaga konsumsi masyarakat di tengah pandemi.
Penurunan konsumsi domestik dan melemahnya permintaan dari luar negeri karena pandemi COVID-19 membuat Indonesia terancam resesi, angka pengganguran dan kemiskinan meningkat bisa jadi akibatnya.
Belum saatnya PSBB dilonggarkan karena penanganan krisis kesehatan adalah yang utama dibandingkan pemulihan ekonomi.
Pada 2020, ancaman krisis keuangan datang dari peningkatan risiko kredit di sektor riil.
Mengarah ke skenario terburuk, pemerintah harus menyiapkan protokol atau strategi yang tidak lazim untuk menekan dampak ekonomi wabah COVID-19.


















