Articles on Media Sosial
Displaying 1 - 20 of 202 articles
Kritik digital menunjukkan kepedulian politik, tetapi belum tentu menghasilkan perubahan. Perlu nasionalisme solidaristik untuk mengubah kritik jadi kekuatan kolektif.
Riset 2,1 juta percakapan menunjukkan emoji menjadi ekspresi politik, tetapi maknanya bergantung pada konteks dan teks, bukan sekadar frekuensi penggunaannya.
Label ‘chemical-free’ itu mustahil secara sains. Kemofobia lahir dari bias otak yang mengagungkan bahan alami, padahal dosis yang menentukan bahaya. Sains butuh narasi menarik untuk lawan sensasi.
Di tengah kehidupan yang penuh tekanan, masyarakat – terutama kaum muda – memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memahami spiritualitas dan mempraktikkan agama. Apa risikonya?
Ketika murid SD bertanya tentang LGBTQ+, guru tidak cukup hanya melarang atau menghindar. Lalu, bagaimana cara menjawab yang tepat sesuai perkembangan anak?
Kontroversi Cabinet Couture Indonesia memperlihatkan bagaimana simbol kemewahan pejabat bisa mengikis kepercayaan publik akibat jarak sosial elite dan rakyat.
Pembangunan massal proyek Koperasi Desa (kopdes) Merah Putih menuai respons publik di media sosial. Ini dapat dibaca sebagai bentuk pengawasan dan perlawanan warga terhadap kebijakan pemerintah.
Risiko digital remaja dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi.
Lewat media sosial, toleransi beragama berhasil menemukan bentuk yang lebih cair. Ia hadir dengan cara yang lebih dekat sehingga bisa merangkul lebih banyak orang.
Algoritma media sosial membentuk konsumsi informasi anak dan meningkatkan risiko konten berbahaya. Cukupkah Permen Komdigi No. 9/2026 memperkuat perlindungan anak di ruang digital?
Media digital menjadi ruang perlawanan bagi penyintas kekerasan seksual untuk membongkar relasi kuasa dan mengoreksi sistem hukum yang kerap gagal melindungi korban.
Matinya kepakaran: Saat influencer lebih dipercaya daripada ahli
CC BY60.8 MB (download)
Tahun 2026 belum genap berjalan dua bulan, lini masa media sosial sudah disesaki berbagai keriuhan. Mulai dari perdebatan sengit tentang investasi kripto yang anjlok, hingga silang pendapat mengenai program…
Terjadi pergeseran nilai mengenai pernikahan di antara generasi muda. Mereka enggan untuk segera menikah karena ingin mengejar pendidikan dan karier dahulu.
Operasi pengaruh buzzer politik di Indonesia kian sistematis. Riset mengungkap dampaknya bagi ruang sipil serta strategi pemulihannya.
Memang ada perubahan kemampuan mengingat bagi pengguna teknologi dan media sosial. Namun, perubahan tersebut tak bersifat negatif dan permanen. Bisa jadi yang ada adalah pergeseran cara otak memproses informasi.
Kasus SMAN 72 menyibak evolusi kenakalan remaja. Dulunya melalui tawuran atau bolos sekolah, kini menjadi akses ke ‘dark web’ dan konsumsi konten kekerasan ekstrem.
Komunitas penyintas ‘judi online’ saling mendukung satu sama lain melalui berbagi cerita trauma dan mendoakan.
Sering nonton video pendek bisa bikin anak lebih impulsif, mudah marah, dan tantrum. Gangguan fungsi eksekutif otak anak ternyata jadi penyebabnya.
Konten mengerikan seperti video Charlie Kirk atau Raya mudah muncul di dunia maya tanpa persetujuan kita.
Podcast Politik diminati karena kedalaman informasi soal politik, tapi juga mengundang risiko tinggi yakni somasi dari para elit yang kurang berkenan dengan ulasannya.


















