Articles on Media Sosial
Displaying 21 - 40 of 202 articles
Konten yang dibentuk dalam ruang gema media sosial dapat memunculkan polarisasi. Karena itu, ‘influencers’ sebaiknya membuat konten berdasarkan data, fakta dan etika.
Pemerintah mencoba membungkam ekspresi publik melalui upaya intervensi terhadap platform TikTok dengan dalih “moderasi konten” saat aksi demo berlangsung.
Aksi berbagi makanan lintas negara Asia Tenggara yang dikenal dengan istilah ‘Seablings’ menjadi bukti bagaimana solidaritas digital dapat melintasi batas negara.
Media alternatif seperti Folkative, USS Feeds, dan Cretivox, yang cepat beradaptasi dengan format media sosial, terbukti lebih memuaskan Gen Z dalam aspek hiburan dan kenyamanan. Mengapa?
Artis dan ‘influencer’ berlomba-lomba mengaku menerima penghargaan dari lembaga internasional seperti UNESCO untuk mendorong trafik dan menciptakan citra pintar.
Selalu berpegangan teguh pada nilai-nilai pribadi. Jadikan agama sebagai nilai pembanding, bukan sekadar label yang ditempel di media sosial
Media sosial sangat potensial untuk menyebarkan informasi MPASI yang kredibel guna mencegah ‘stunting’. Artikel ini mengulas alasannya.
Banyak orang menggunakan istilah psikologi sembarangan karena literasi kesehatan mental yang rendah. Apa bahayanya fenomena ini?
Instagram telah menjadi arena perempuan Muslim menunjukkan citra religius sekaligus modis. Tubuh perempuan kini menjadi negosiasi kesalehan dan kecantikan.
Power morph: Kekuasaan bukan lagi dari institusi, tapi viralitas di media sosial dan algoritma. Politikus kerap membuat video viral ketimbang kebijakan substantif.
UU TNI memberi wewenang bagi militer untuk menanggulangi keamanan siber. Hal ini berpotensi mengancam kebebasan berekspresi dan hak atas informasi warga sipil.
Banyak politikus menjadi konten kreator di media sosial untuk membentuk opini publik, padahal kontennya hanya berbasis viral dan sensasi, bukan kebijakan substantif.
Brain rot mudah menimpa anak-anak dan remaja karena overstimulasi digital akibat paparan konten media sosial berlebihan.
Kebiasaan yang dicontohkan orang lain lebih berpengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan Gen Z, dibanding perintah atau suruhan.
Sebenarnya apa hubungan ‘influencer’ dan pemerintah? Apakah benar ‘influencer’ menawarkan benefit yang besar bagi kesuksesan program pemerintah?
Makna ganda “selain donatur, dilarang ngatur”: upaya perempuan menetapkan batas atas tubuhnya, namun mensyaratkan perempuan tunduk pada pihak yang “mendanai”.
Dari taman kota hingga dunia maya, klub baca, #BookTok, dan Dua Lipa menghidupkan budaya baca lintas generasi di tengah tantangan literasi Indonesia.
Masifnya aktivitas digital di Indonesia membutuhkan edukasi literasi, terutama bagi pelaku aktif seperti ‘content creator’. Bagaimana caranya?
Media social punya potensi menguatkan kemampuan bercerita, tetapi juga dapat menyebarkan misinformasi, dan menimbulkan ‘brain rot’.
Kehadiran influencers melalui media sosial membentuk opini publik tentang jilbab–yang awalnya dilihat sebagai batasan, kini menjadi bagian dari identitas.



















