Articles on Media Sosial
Displaying 101 - 120 of 202 articles
Gejolak di Twitter membuat banyak komunitas ingin hengkang. Tapi, riset menemukan suatu komunitas tidak akan bisa sepenuhnya sukses memindahkan jejaring mereka dari satu platform ke platform lain.
Media sosial memang punya banyak manfaat. Tapi bagi banyak di antara kita, manfaat tersebut mulai disalip oleh beragam dampak buruknya.
Media sosial memberikan peluang yang lebih signifikan bagi caleg perempuan untuk mempromosikan diri dan meningkatkan elektabilitasnya dalam pemilu.
Banyak tantangan menanti mereka yang ingin berkarir menjadi influencer dan kreator konten.
Pandemi membuat banyak orang mengalihkan fokusnya dari keuntungan finansial.
Narsisisme di kalangan kaum muda tak hanya berupa aktivitas keranjingan swafoto, tapi juga bisa muncul dalam bentuk ekspresi atau terkadang fanatisme kelompok keagamaan.
Akun-akun ‘kampus cantik’ merupakan gejala budaya pendisiplinan tubuh perempuan di lingkungan kampus, tempat yang seharusnya menjadi ruang kritis.
Istilah atau tagar ‘#healing’ semakin populer di kalangan anak muda dan netizen Indonesia untuk menggambarkan jalan-jalan atau mengunggah foto liburan di media sosial.
Masih banyak netizen muda yang salah paham tentang pendidikan seksual dan minim wawasan tentang kesehatan reproduksi.
Akibat regulasi iklan rokok yang masih lemah di platform besutan Meta, para pengguna muda menjadi sasaran empuk para produsen untuk promosi rokok elektrik mereka.
Di media sosial, pengguna seakan dapat mengembara secara bebas di dalam dunia fantasi, halusinasi, dan ilusinya tanpa perlu ada pengendalian sosial, moral, spiritual, dan etika.
Disinformasi sedang diprivatisasi di seluruh dunia. Industri baru ini dibangun di atas kerjasama berbahaya dari tenaga kerja murah, algoritme teknologi tinggi, dan narasi nasional yang emosional.
Sedang mencari kerja? Cek kembali unggahan lama di media sosialmu. Opini masa remajamu bisa jadi membuat pemberi kerja berpikir dua kali untuk mempekerjakanmu.
Para pelaku penipuan berbasis romansa terbilang cerdik dalam memanfaatkan celah psikologis. Mereka yang menjadi korban tak jarang adalah individu dengan perasaan kesepian.
Menjadi kreator media sosial yang membagikan nasihat keuangan bisa jadi sangat menjanjikan. Tapi, manfaatnya bagi para penonton mereka masih sangat abu-abu.
TikTok adalah alat strategis baru bagi para propagandis untuk mendorong narasi politik selama periode pemilihan.
Istilah “big data” tidak hanya tereduksi, namun juga secara tidak langsung telah disalahgunakan demi memuluskan kepentingan politik yang bertentangan dengan undang-undang.
Di media sosial, korban dan penyintas kekerasan seksual menemukan penguatan emosional dan psikologis, dan cenderung dapat menghindari tekanan masyarakat.
Meme viral yang bergerak cepat dapat menciptakan hubungan singkat yang berisiko rendah namun lucu dan sehat, di platform media sosial yang buruk.
Teknologi pendeteksi wajah semakin populer di dengan meningkatnya jumlah perangkat dan mode canggih. Namun, fitur ini memiliki dampak sosial jangka panjang.



















