Articles on Pemanasan global
Displaying 1 - 20 of 112 articles
Banyak terumbu karang di Indonesia tetap stabil meskipun telah terjadi pemanasan laut selama puluhan tahun. Namun, ketahanan ini ada batasnya.
Menghindari skenario terburuk iklim bukanlah kesalahan ilmu pengetahuan seperti tuduhan skeptis Donald Trump, melainkan bukti keberhasilan aksi iklim.
Persoalan suhu panas di permukiman tidak bisa diselesaikan dengan mengganti atap (gentengisasi). Solusi alternatif lebih murah dan efektif adalah teknologi atap dingin seperti cat reflektif, ditambah penanaman pohon dan menambah ruang hijau.
Perlu adanya konsistensi kebijakan dan jaminan kepastian hukum terhadap EBT termasuk fasilitas insentif dan penugasan BUMN sebagai penggerak transisi energi nasional
Mencairnya es, permafrost, dan runtuhnya dinding fjord hanyalah beberapa dampak perubahan iklim yang dirasakan warga Greenland.
Badai tropis Ditwah dan Senyar menunjukkan bahwa kita harus bersiap menghadapi badai yang memiliki angin lemah tetapi membawa curah hujan yang ekstrem.
Badai tropis di daerah khatulistiwa jarang terjadi. Itulah salah satu alasan mengapa Badai Senyar menyebabkan kerusakan yang begitu parah di Indonesia dan Malaysia.
Sebagian besar program pemulihan fokus pada upaya meningkatkan pertumbuhan terumbu karang, tetapi jarang mempertanyakan apakah seluruh ekosistem berfungsi baik.
Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak yang berujung menjadi sampah karena
menu yang tidak sesuai selera anak atau makanan yang kurang segar.
Indonesia masih andalkan perdagangan karbon menjelang COP30. Perlu belajar dari kegagalan sistemik pasar karbon global, sebaiknya fokus ke energi terbarukan.
Menjelang COP 30, sejumlah negara belum juga menyerahkan pembaruan aksi iklim nasional atau second NDC kepada UNFCC, ternasuk Indonesia.
Bumi tinggal menghitung waktu, demikian kata riset terbaru. Dunia harus berhenti membakar fosil dan mengambil langkah mendesak untuk mengurangi pemanasan global.
Studi baru menunjukkan bagaimana polusi udara bisa secara tidak sengaja menekan laju pemanasan global. Ketika selubung itu hilang, maka suhu Bumi meningkat.
Laudato Si’ bukan sekadar dokumen gereja, melainkan seruan hidup yang mendesak untuk seluruh umat manusia.
Bumi telah melewati batas 1,5°C yang digariskan dalam Perjanjian Paris, di mana para ilmuwan memperkirakan akan terjadi kerusakan besar pada sistem pendukung kehidupan planet kita.
Lautan telah jauh lebih hangat selama dua tahun terakhir. Bumi pun baru saja mencatat rekor panas global lainnya. Apa yang terjadi?
Stres selama kehamilan bisa memicu peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR), tetapi keterkaitannya kompleks dan dipengaruhi banyak faktor lainnya.
Termperatur harian global terus memecahkan rekor. Ini pertanda kita berada di pemanasan Bumi yang melaju kencang.
Riset terbaru mengungkapkan ratusan kawasan konservasi di Indonesia akan mengalami pemutihan karang parah setiap tahun akibat pemanasan suhu laut. Pemutihan parah akan terjadi tiga tahun lagi.
Protokol aklimatisasi panas, jika dipadukan dengan strategi mitigasi panas, merupakan strategi mencegah cedera akibat panas.



















