Articles on emisi karbon
Displaying 1 - 20 of 45 articles
Sebagian besar emisi karbon berasal dari perusahaan dan sektor industri berbasis bahan bakar fosil (seperti minyak, gas, batu bara, dan semen), sehingga perubahan perilaku individu saja—misalnya membawa tumbler—tidak cukup menyelesaikan masalah.
CC BY46.5 MB (download)
Anak-anak dan orang muda, terutama dari masyarakat miskin, adalah kelompok paling terdampak krisis iklim. Mereka akan mengalami fenomena slow onset climate change, di mana dampak perubahan iklim tidak langsung terasa sekaligus, tetapi terjadi sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang panjang.
Keamanan teknologi penyimpanan karbon sangat bergantung pada pemantauan dan pemilihan lokasi yang ketat.
Krisis Hunian dan Mitos “Green Living”: Mengapa Generasi Muda Sulit Punya Rumah?
CC BY63.2 MB (download)
Sulitnya generasi muda membeli rumah bukan hanya isapan jempol. Fenomena ini pun tak hanya terjadi di Indonesia. Di tengah gempuran harga properti yang tak masuk akal dan stagnasi pendapatan, isu tempat…
Industri fesyen menyumbang emisi karbon dan pencemaran besar. Serat dan pewarna alami (ecoprint) bisa jadi solusi tekstil berkelanjutan di Indonesia.
Dokumen Second NDC ini dinilai masih mempertahankan pola lama tanpa terobosan aksi mitigasi yang signifikan untuk mengurangi emisi karbon.
IEU-CEPA membuka akses ekspor besar bagi Indonesia, namun menuntut reformasi menyeluruh pada tata kelola industri, agar sesuai dengan standar Uni Eropa.
Dengan masuk ke pasar karbon global, Indonesia berpotensi terjebak menjadi penyedia jasa lingkungan murah untuk menghapus dosa-dosa iklim negara maju.
Sejak era Soeharto hingga Prabowo, proyek ‘food estate’ selalu gagal, dan justru mewariskan jejak panjang kerugian lingkungan, sosial serta ekonomi.
Indonesia masih andalkan perdagangan karbon menjelang COP30. Perlu belajar dari kegagalan sistemik pasar karbon global, sebaiknya fokus ke energi terbarukan.
Mundurnya AS dari Perjanjian Paris tak menyetop upaya global dalam memerangi perubahan iklim. Sebaliknya, jelang COP30 pemimpin-pemimpin baru mulai mengambil peran.
Program co-firing biomassa yang diakselerasi lewat Hutan Tanaman Energi ternyata tidak mampu membuat Indonesia beranjak dari ketergantungannya pada batu bara.
Menjelang COP 30, sejumlah negara belum juga menyerahkan pembaruan aksi iklim nasional atau second NDC kepada UNFCC, ternasuk Indonesia.
Mengapa streaming tanpa tujuan sebaiknya dihindari karena menggunakan video membutuhkan jauh lebih banyak energi daripada hanya audio.
Bumi tinggal menghitung waktu, demikian kata riset terbaru. Dunia harus berhenti membakar fosil dan mengambil langkah mendesak untuk mengurangi pemanasan global.
Kalkulator NZE menyajikan berbagai skenario pilihan untuk menurunkan emisi karbon, terutama dari sektor energi.
Studi baru menunjukkan bagaimana polusi udara bisa secara tidak sengaja menekan laju pemanasan global. Ketika selubung itu hilang, maka suhu Bumi meningkat.
Tingginya aktivitas digital Indonesia ditopang energi fosil, menciptakan jejak emisi karbon signifikan yang menjadi tantangan bagi pencapaian target iklim nasional.
Pola makan berbasis nabati bisa mengurangi jejak karbon dan emisi gas rumah kaca.
Tren ‘fast fashion’ memicu budaya konsumsi impulsif, meningkatkan limbah tekstil dan emisi karbon. Gerakan ‘slow fashion’ muncul sebagai solusi.


















