Articles on Prabowo

Displaying 1 - 20 of 57 articles

Momen serah terima jabatan menteri keuangan di Gedung Kementerian Keuangan Selasa September. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr

Publik lebih menantikan perbaikan kebijakan ketimbang pergantian menteri keuangan semata

Sehebat apapun sosok seorang menteri keuangan, yang bertugas tetap harus mengikuti arahan dan kebijakan presiden sebagai orang nomor satu negara. Riset membuktikan, pergantian nakhoda fiskal harus dibarengi perbaikan kebijakan.
Seorang warga berada di reruntuhan rumah di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 22 Agustus 2026. Hendra Nurdiyansyah/Antara Foto

Ketika negara gagal menjamin rasa aman, warga bisa melihat pemerintah sebagai ancaman

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warga, masyarakat dapat melihat pemerintah sebagai ancaman terhadap keamanan manusia dan menuntut negara bertanggung jawab.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Pantaskah presiden berkata kasar? Bagaimana bahasa politik mengubah batas kesantunan di ruang publik

Ungkapan ‘ndasmu’ dan ‘londo ireng’ oleh presiden menunjukkan bahwa makna ujaran ditentukan oleh pengucapnya—baik sebagai strategi pengalihan isu maupun penjelas batas terhadap pengkritik.
Gagasan Mohammad Hatta terhadap koperasi akan dilanjutkan dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ilustrasi: Rino/ The Conversation

Kopdes Merah Putih mengikis warisan koperasi Mohammad Hatta

Mengapa pemerintah memilih membangun puluhan ribu koperasi baru ketika pekerjaan rumah pada koperasi yang sudah ada belum selesai?
ilustrasi berkata kasar pexels dmitry demidov.

Berkata kasar tanda seseorang lebih cerdas?

CC BY35.8 MB (download)
Fenomena tokoh publik dan figur politik yang mengumpat di ruang publik kerap memicu kontroversi. Secara norma sosial, tindakan ini dianggap tidak etis dan bahkan sering melekat pada cap negatif. Seakan-akan…
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di depan awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026. Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Mengapa pejabat kerap menjelekkan pengkritiknya, bukan mengevaluasi kebijakan?

Negara kerap lakukan ‘blame avoidance’ untuk mendiskreditkan pengkritik. Ini dapat berujung pada ‘chilling effect’: rakyat enggan bersuara.
Sebuah ekskavator membersihkan lumpur tebal dari kawasan permukiman setelah banjir di Pidie Jaya, Aceh, 21 Desember 2025. Jalan-jalan di kawasan tersebut rusak dan berlumpur akibat banjir, sementara upaya pembersihan dan pemulihan infrastruktur masih berlangsung. Gambar ini menyoroti dampak parah banjir terhadap kawasan permukiman. shutterstock

Lumpur sisa banjir tidak boleh dibuang sembarangan, bisa dimanfaatkan atau dijual

Lumpur dan sedimen sisa banjir sering dibuang kembali ke sungai, padahal praktik ini membuat sungai semakin dangkal dan memperbesar risiko banjir berulang.

Top contributors

More