Articles on Tsunami
Displaying 1 - 20 of 24 articles
CC BY46.5 MB (download)
Merespon simpang siur terkait megathrust, kami mengajak Eko Yulianto dari BRIN untuk meluruskan mitos mitos yang beredar, sekaligus berdiskusi terkait kebenaran siklus gempa 200 tahun.
Longsor bawah laut bisa memicu tsunami. Longsor bisa membesar hingga 13 kali lipat.
Dari peristiwan Tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun lalu, kita belajar urgensi membangun sekolah yang tangguh, terutama di wilayah rawan bencana.
Perkembangan teknologi dan globalisasi tak hanya membuat saluran narasi ‘smong’ semakin beragam, tetapi juga berisiko memudarkan kearifan lokal ini jika kita tidak berupaya merawatnya.
Masyarakat Indonesia membutuhkan komunikasi risiko bencana yang memadukan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai lokal untuk membangun budaya kesadaran dan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Gempa bumi yang berasal dari bawah laut seringkali disertai dengan peringatan tsunami. Inilah yang menentukan risiko tsunami.
Setelah 30 tahun berlalu, bagaimana dengan kesiapsiagaan masyarakat di Flores dalam menghadapi gempa dan tsunami?
Perubahan geologi yang dipengaruhi oleh iklim dapat meningkatkan kejadian gempa bumi dan letusan gunung berapi. Akibatnya, risiko tsunami menjadi semakin tinggi.
Erupsi Samalas 1257 mempunyai skala letusan yang serupa dengan Tambora 1815 dan Krakatau 1883, namun apakah ia juga memicu tsunami di masa lampau?
Animasi seperti ini mudah dipahami jika digunakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam materi pelatihan evakuasi bencana.
Persyaratan yang kaku dan proses verifikasi yang panjang adalah masalah utama.
Peneliti yang bersentuhan dengan partisipan yang mengalami trauma psikologis juga berisiko menderita stres akibat trauma sekunder.
Ada sebuah kerangka analisis yang efektif untuk merancang sistem komunikasi risiko bencana yang benar-benar melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat lokal.
Karena keunikannya itu, area Anak Krakatau menjadi laboratorium hidup dan saksi dimulainya proses kehidupan.
Smong adalah satu kata yang diketahui telah menyelamatkan banyak nyawa di Pulau Simeulue Aceh. Kearifan kata ini telah dipertahankan selama 97 tahun.
Pemantauan bencana dan sistem peringatan tidak akan berguna jika orang tidak memahami pesan, tidak mempercayai pesan, dan tidak memiliki tempat yang aman untuk dituju.
Terbatasnya ketersediaan alat berat menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah selama beberapa terakhir.
Usaha-usaha sebelumnya untuk melindungi gedung-gedung dari gempa bumi dengan mengubah dasar bangunan mereka hasilnya menunjukkan sesuatu yang menjanjikan.
Program kesadaran dan pendidikan yang berkelanjutan adalah bagian terpenting dari sistem peringatan tsunami di daerah pesisir seperti Palu yang berisiko tsunami.
Palu tidak memiliki tsunami buoys alias alat pelampung peringatan tsunami karena minimnya dukungan dana dari pemerintah terhadap BPPT.

















