Timur Tengah Makin Memanas, Pelarian Modal Bikin Rupiah Anjlok ke Rp17.405
Ancaman perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz tak hanya mengguncang stabilitas keamanan global. Konflik di Timur Tengah tersebut seketika memberikan pukulan telak terhadap pertahanan nilai tukar mata uang Indonesia. “Eskalasi di Timteng (Timur Tengah, red ) semakin memanas,” ungkap analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong di Jakarta, Selasa, (5/5/2026). Tekanan geopolitik ekstrem tersebut memaksa rupiah terpuruk 11 poin (0,07%) ke level Rp17.405 per dolar AS














