Gedung Kemendikbudristek sebelum berganti nama menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Adning/shutterstock.

Dilema tukin dosen ASN: Mengapa tak kunjung dibayarkan?

Tunjangan kinerja untuk dosen ASN di bawah pengelolaan Kemendiktisaintek sudah 5 tahun belum dibayarkan. Mengapa?
Des étudiants se lavent les mains dans un contexte d’inquiétude concernant le coronavirus Covid-19 avant de passer un examen universitaire à Banda Aceh, en Indonésie. Chaideer Mahyuddin/AFP

Comment la science ouverte peut favoriser la recherche de qualité dans les pays à faible revenu

Dans certains pays comme l’Indonésie, la démarche scientifique se voit parfois entravée par la politique. Ouvrir l’accès aux données permettrait de mieux évaluer les études, dans l’intérêt général.
Tenaga kesehatan menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 setelah disuntik vaksin di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, 15 Januari 2021. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp

27% penduduk Indonesia masih ragu terhadap vaksin COVID‑19, mengapa penting meyakinkan mereka

Individu mesti didorong untuk mengutamakan kesejahteraan bersama di atas kepentingan sendiri dengan cara mengorbankan kebebasannya untuk memilih tindakan pencegahan agar program vaksinasi berhasil.
India’s plan indicates that commercial publishers are winning over the application of the open access system to make scholarly literature available for everyone. Dasapta Erwin Irawan

India’s plan to pay journal subscription fees for all its citizen may end up making science harder to access

All modern scientists should share ownership of their knowledge and research.
Repositori Ilmiah Nasional (RIN) adalah bank data pertama Indonesia yang menyimpan data primer penelitian dalam skala nasional. Shutterstock

RIN sebagai bank data ilmiah pertama Indonesia perkuat budaya ‘sains terbuka’

Pada Agustus 2019, pemerintah meluncurkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebagai bank data tingkat nasional yang mengumpulkan data primer penelitian. Apa saja manfaat maupun tantangannya?
Sekitar 90% hasil penelitian di jurnal ilmiah memiliki hasil yang positif (membuktikan hipotesis). Bias tersebut telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan praktek-praktek yang ‘nakal’ supaya risetnya lebih mudah dipublikasikan. Shutterstock

Tiga hal yang bisa dilakukan komunitas akademik untuk mencegah peneliti ‘nakal’

Iklim penelitian yang kompetitif dan tidak sehat telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan kebohongan supaya risetnya banyak dipublikasikan di jurnal. Bagaimana cara mematahkan tren tersebut?
Around 90% of research papers published in journals contain results that prove the hypotheses. This bias has driven scientists to commit unethical practices just to get published easier. Shutterstock

Three things the scientific community can do to filter sketchy research

Indonesia’s unhealthy obsession with research output is driving scientists to commit unethical acts to produce research that are more publishable. What can the research community do to stop this?
Dosen semestinya menjadi pejuang kepentingan publik dan mendorong mahasiswanya untuk berkembang secara politik, kata akademisi. Luthfi Dzulfikar/The Conversation

“Kita tidak bisa diam!”: meski ditekan, akademisi dukung gerakan mahasiswa

Akademisi harus turut mengambil peran untuk memihak kepentingan publik, serta menjadi panutan bagi mahasiswanya dalam mendorong partisipasi politik.
Orang mengambil selfie di lokasi reruntuhan gedung akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah bulan Oktober lalu. Hotli Simanjuntak/EPA

Suka ambil selfie di lokasi bencana pertanda gangguan kejiwaan

Mengambil selfie di lokasi bencana adalah perilaku yang tidak dapat dibenarkan karena di samping membahayakan , perilaku tersebut menunjukkan gangguan mental.

Contact Rizqy for

  • General
  • Media request
  • Speaking request
  • Consulting / Advising
  • Research collaboration
  • Research supervision