Articles on Kekerasan seksual
Displaying 1 - 20 of 63 articles
Kasus dugaan kekerasan seksual di FH UI bukan lagi hanya soal pelaku, tetapi soal ekosistem yang permisif terhadap perilaku tumbuh tanpa koreksi sosial yang memadai.
Kehadiran ‘whistleblowers’ dan penyintas yang memilih bersuara memutus rantai kekerasan yang tanpa pelaporan akan terus berulang termasuk pada korban-korban baru.
Media digital menjadi ruang perlawanan bagi penyintas kekerasan seksual untuk membongkar relasi kuasa dan mengoreksi sistem hukum yang kerap gagal melindungi korban.
‘Child grooming’ terjadi akibat ketimpangan kuasa yang disalahgunakan, sementara pengawasan dan perlindungan dari negara masih lemah.
Ancaman kekerasan, baik itu kekerasan fisik, seksual, maupun psikis, termasuk dalam bentuk regulasi atau kebijakan, masih banyak menimpa dosen-dosen di Indonesia.
Kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk penyandang disabilitas. Namun, penanganannya belum memadai.
Meskipun sudah ada UU TPKS, penanganan kasus kekerasan seksual masih belum berperspektif korban. Riset temukan tiga tantangan besar yang jadi penghambat.
Pengurangan risiko kekerasan seksual di pesantren memerlukan integrasi antara kebijakan anti kekerasan seksual dalam kurikulum serta pengarusutamaan peran santri.
Ancaman tak kasat mata dari pornografi ‘deepfake’ kini merasuki kehidupan perempuan dan anak perempuan.
Pengguna ‘game online’ di usia anak rentan risiko kekerasan seksual karena game online memberikan kemudahan dan ‘perlindungan’ untuk pelaku kejahatan seksual melancarkan aksinya.
13 anggota satgas PPKS Universitas Indonesia mengundurkan diri. Apa masalahnya?
Disparitas pemidanaan banyak terjadi pada putusan perkara kekerasan seksual. Ini tidak selamanya buruk, tetapi ada beberapa faktor penyebab yang membuat putusan tersebut layak dipertanyakan.
Seksualitas perempuan mungkin lebih fleksibel dan adaptif daripada laki-laki.
Beberapa pelaku kejahatan seksual terhadap anak bahkan tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah. Sebagian dari mereka adalah pedofil. Apa itu pedofil?
Dibentuknya satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (satgas PPKS) di lingkungan perguruan tinggi merupakan langkah positif. Tapi implementasinya masih diwarnai kerentanan. Mengapa?
Pendekatan baru diperlukan untuk mengatasi cakupan pelecehan yang dialami remaja saat ‘online’.
Kekerasan seksual tidak hanya terjadi secara fisik, namun juga terjadi ke ranah elektronik atau online. Kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE) sendiri dapat didefinisikan sebagai tindakan melakukan…
Riset baru menunjukkan bahwa pelecehan terhadap anak muda ketika memakai seragam sekolah adalah isu serius yang masih jarang mendapat perhatian.
Upaya meberantasan kekerasan seksual di lingkungan kampus memerlukan inisiatif dari para perguruan tinggi, aksi dari pemerintah, dan aktivisme di level akar rumput.
Banyak orang tetap mau bertahan dalam hubungan kekerasan yang jelas merugikan mereka. Mengapa?


















