Articles on ketimpangan gender
Displaying all articles
Perempuan dan orang muda di pesisir kerap diselebrasi karena ketangguhannya menghadapi krisis iklim. Namun, di balik resiliensi itu, terdapat ketimpangan, eksklusi, dan keterpaksaan untuk bertahan.
Pekerja rumah tangga (PRT) masih belum diakui pekerjaan sungguhan. Bias gender dan ketimpangan relasi ternyata turut berperan dalam membentuk pandangan rendah atas kerja-kerja yang PRT lakukan.
Studi: Ombdusman masih kurang efektif dalam memenuhi keadilan gender secara internal. Ini memengaruhi penyelesaian kasus secara eksternal.
Ada segelintir pemimpin lokal yang berkomitmen terhadap lingkungan justru makin kuat jika digabung dengan keberpihakan pada kelompok rentan.
Makna ganda “selain donatur, dilarang ngatur”: upaya perempuan menetapkan batas atas tubuhnya, namun mensyaratkan perempuan tunduk pada pihak yang “mendanai”.
Tes kehamilan untuk remaja di sekolah sangat tidak dianjurkan, karena dampaknya cukup besar bagi kesehatan mental dan psikososial para siswa.
Kebijakan yang terarah sangat penting untuk memperkuat suara perempuan dalam perhutanan sosial, memastikan keputusan yang adil dan manfaat yang merata.
Angka kematian ibu dan bayi di Papua jauh melebihi rata-rata nasional. Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini?
Kesetaraan gender di pendidikan tinggi juga dapat dicapai melalui pengarusutamaan fasilitas fisik sadar gender. Bagaimana caranya?
Di Indonesia, kesenjangan upah gender masih tinggi dan kontribusi pendapatan perempuan ke perekonomian terus stagnan. Ini membuat potensi pertumbuhan ekonomi tak maksimal.
Banyaknya anggapan yang mendiskreditkan pentingnya pendidikan bagi perempuan menjadi faktor utama sulitnya perempuan di pedesaan mendapatkan pendidikan yang layak sampai ke tingkat yang lebih tinggi.
Masih banyak benang kusut yang membelenggu upaya pemajuan kesetaraan gender di Korea Selatan.
Kemiskinan memang tidak pandang gender, tapi dampaknya tidak netral gender
Rendahnya partisipasi laki-laki sebagai pengguna KB merupakan dampak dari penerapan layanan KB yang hanya fokus pada tubuh perempuan.
Partisipasi pekerja perempuan di Indonesia stagnan di angka 50% di tiga dekade terakhir, ini adalah sebuah misteri karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan dalam periode yang sama.
Kecilnya jumlah perempuan berkarir sebagai peneliti bermula dari tahap pendidikan doktor (PhD) dan berlanjut terus pada tingkat organisasi kerja yang tidak mendukung perempuan.















