Articles on Konservasi
Displaying 1 - 20 of 59 articles
Sebagai bagian dari penelitian kami, kami mewawancarai dan mengamati ratusan penyelam scuba.
Berbagai tekanan terjadi secara bersamaan dan mengancam kelangsungan hidup orangutan Tapanuli—mulai dari industri ekstraktif, penebangan hutan, perluasan lahan pertanian, hingga perubahan iklim.
Riset terbaru menunjukkan Raja Ampat memiliki populasi hiu berjalan terpadat di dunia untuk seluruh genus hiu ini. Masyarakat lokal terutama ibu-ibu dan perempuan muda di Pulau Arborek ikut terlibat dalam riset.
Kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya membuat kondisi kesejahteraan hewan semakin buruk.
UU Konservasi digugat ke MK karena masih mempertahankan gaya terpusat yang ujungnya bisa memicu kriminalisasi dan penggusuran warga.
Dari teluk-teluk di Indonesia hingga laut lepas, hiu paus menempuh jalur migrasi yang berbeda menurut umur, jenis kelamin, perilaku, dan musim.
Dengan bantuan teknologi eDNA, riset menemukan keberadaan hiu epaulette berjalan yang endemik di perairan Raja Ampat.
Masyarakat sekitar hutan konservasi Lingga Isaq menjadi korban warisan konservasi era Belanda yang meminggirkan warga. Padahal, jika mereka dilibatkan, warga bisa lebih mendapat keuntungan dari pertanian ramah lingkungan dan menjaga hutan. Sudah banyak riset yang membuktikan hal ini.
Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang sebagai bagian kerja sama konservasi sekaligus mempererat hubungan diplomasi. Apa risikonya?
Kegagalan PSN tambak udang di Kebumen tak membuat pemerintah surut. Kini pemerintah menyiapkan rencana ekspansi PSN tambak udang di wilayah Indonesia Timur, termasuk Sumba Timur.
Tim peneliti bersama nelayan tradisional melakukan pengamatan langsung untuk menelusuri kemunculan pesut.
Sapi bali secara genetik sangat mirip dengan banteng. Lantas, bisakah modifikasi gen sapi bali membantu upaya konservasi banteng?
Kasus hiu paus terdampar di Indonesia meningkat, terutama di selatan Jawa, dipengaruhi upwelling dan aktivitas manusia di pesisir.
Konflik manusia–satwa liar masih saja terjadi di Indonesia. Kasus terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menunjukkan konflik itu bukan karena masalah perilaku satwa atau warga, melainkan hasil dari desain kebijakan dan tata kelola yang timpang sejak lama.
Di desa-desa terpencil di Borneo, penduduk setempat mendapatkan penghasilan dengan merekam satwa liar — mengubah paradigma konservasi.
Bentang Laut Kepala Burung, Papua menjadi habitat penting hiu paus muda. Namun, lebih dari 75% hiu paus di kawasan ini terluka.
Warga Muara Gembong buktikan mangrove tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Keberlanjutan praktik adat sasi bergantung pada relevansinya bagi masyarakat, bukan sekadar romantisasi tradisi.
Mangrove yang ditanam terlalu rapat di dalam tambak justru menurunkan produksi udang. Sabuk hijau mangrove di luar tambak lebih efektif.
Sejak lebih dari 20 tahun lalu, saya terlibat dalam perencanaan ruang yang seimbang antara fungsi produksi dan konservasi. Proyek lumbung pangan seharusnya dapat mengadaptasi keseimbangan ini.
















