Articles on Kelas menengah
Displaying all articles
‘Slow living’ sulit dicapai karena sudah menjadi instrumen politik dan ekonomi yang bersifat sistemik.
Ketika para korban PHK akibat penyelesaian kasus kepailitan benar-benar membutuhkan tangan negara, negara justru membiarkan penderitaan dan kerugian HAM menumpuk.
Kenaikan biaya hidup, pasar kerja yang tidak stabil, kemudahan akses kredit digital,dan rendahnya literasi keuangan memperlebar jurang pendapatan dan pengeluaran
Kelas menengah kembali bangkit menyuarakan aspirasi setelah sempat redup akibat privatisasi perguruan tinggi. Namun, aktivisme mereka masih cenderung performatif.
Rumah flat Menteng berpotensi menjadi solusi kekurangan hunian bagi kelas menengah Indonesia.
Digitalisasi UMKM agrifood adalah kunci daya saing di era global. Meski tantangannya besar, kolaborasi dapat mendorong keberlanjutan bisnis mereka.
Banyak dari Generasi Z yang “tidak terbang dengan pesawat komersial” ingin tetap dekat dengan rumah.
CC BY75.2 MB (download)
Fenomena penurunan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menjadi sorotan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis datanya Agustus lalu. Laporan BPS menunjukkan proporsi kelas menengah pada 2024…
Ukuran seperti “ideal”, “cukup”, ataupun “pas-pasan” juga perlu kita pertanyakan karena sangat bergantung pada latar berlakang sosial-ekonomi seseorang yang melontarkannya.
Keterjangkauan harga rumah adalah aspek yang penting bagi pertumbuhan ekonomi negara.
Apakah dibukanya akses Clubhouse ke pengguna Android akan membuat aplikasi ini menjadi lebih inklusif? Mengingat bahasan di media sosial secara umum yang masih sering bias kelas, nampaknya tidak.
Dalam usaha memperbaiki status sosial dan ekonomi, kelompok miskin menghadapi risiko terpisah dari komunitas, mengalami konflik budaya, dan mengalami masalah kesehatan mental
Walau tidak miskin, masyarakat kelas menengah menjadi rentan di kala pandemi. Ketidaksetaraan akses kesehatan menjadi salah satu masalah.












