Articles on Pekerja
Displaying 1 - 20 of 41 articles
Pertanyaannya saat ini adalah benarkah akar persoalannya terletak pada kemampuan individu mengatur waktu, atau justru pada cara organisasi merancang pekerjaan?
Perbedaan antara keinginan dan aturan batas usia pensiun tidak hanya soal ekonomi, namun juga terkait isu relasi sosial hingga spiritual.
Influencer karier dan penyedia jasa CV mendapat keuntungan dari klaim berlebihan tentang cara kerja ATS. Padahal, sebagian besar saran yang mereka berikan tidak didukung oleh bukti.
Masalah mental akibat kerja merugikan pekerja Rp2-11 juta per tahun. Negara juga merugi Rp463 triliun.
Sebuah organisasi secara tidak sadar berpotensi membatasi kemampuannya sendiri belajar, mengoreksi kesalahan, dan beradaptasi dengan perubahan.
Ekonomi yang benar-benar sehat seharusnya terasa di empat pos sekaligus: angka PDB naik, rupiah stabil, upah riil pekerja ikut naik, dan pekerjaan layak tercipta.
Peran strategis pemerintah dibutuhkan dengan menjadikan perpres ini sebagai langkah awal membongkar struktur yang selama ini mengabadikan ketimpangan.
Manajemen seolah tidak sadar persoalan di tempat kerja tak jarang justru bersumber dari proses dan cara kerja organisasi itu sendiri.
Kalaupun Gen Z dianggap tak layak kerja, mengapa para pemberi kerja enggan merekrut pekerja senior yang memiliki karakteristik etos kerja gaya lama.
‘Slow living’ sulit dicapai karena sudah menjadi instrumen politik dan ekonomi yang bersifat sistemik.
Ketika para korban PHK akibat penyelesaian kasus kepailitan benar-benar membutuhkan tangan negara, negara justru membiarkan penderitaan dan kerugian HAM menumpuk.
Cita-cita cuan sering berujung terjebak hidup di daerah terpencil, dibayar di bawah upah minimum, hingga rungkat ditipu puluhan ribu dolar.
CC BY45.1 MB (download)
Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat pekerja di tengah tekanan ekonomi. Program ini mulai dicairkan pada 5…
Mendorong solidaritas kelas pekerja menjadi krusial untuk dilakukan secara kolektif di tengah pasar kerja yang kerap diskriminatif dan kondisi kerja yang makin eksploitatif.
Analisis big data di sosial media menunjukkan bahwa publik merasa UU Cipta Kerja mengabaikan kesejahteraan buruh, hanya berpihak pada investor.
Agama menjadi pegangan pekerja rentan di tengah terpaan eksploitasi, di antaranya melalui komunitas satu profesi. Sayangnya, penerapannya belum bisa mendorong kondisi kerja yang lebih layak
Meski ekonomi gig tengah pesat berkembang, Indonesia belum memiliki basis data yang menggambarkan besaran dan sebaran pekerjanya. Sebuah riset berusaha memberikan ilustrasi dan menjembatani kekosongan ini.
Dinamika relasi kerja di Indonesia membuat pekerja magang justru menanggung beban kerja besar yang menghasilkan nilai bagi pemberi kerja – tanpa timbal balik yang setara buat mereka.
Bagaimana Gen Z bisa menjadi agen perubahan yang efektif untuk reformasi ekonomi dalam suatu sistem yang tidak mereka percayai?
Praktik ‘ageism’ di tempat kerja telah dilarang di banyak negara. Usia merupakan indikator prediksi kinerja yang buruk, dan seringkali tak berkaitan dengan kemampuan kerja.



















