Articles on Penelitian
Displaying 1 - 20 of 68 articles
Sains bekerja melalui proses revisi. Sebagai konsumen kita harus belajar mengevaluasi kematangan bukti dan selalu fleksibel terhadap temuan-temuan baru.
Separuh temuan gagal direplikasi. Apakah kegagalan itu menunjukkan penelitian yang keliru, atau justru mencerminkan sifat realitas sosial yang terus berubah dan bergantung pada konteks?
Dosen di Indonesia memiliki tugas utama pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Haruskah mereka unggul di ketiganya?
Riset menunjukkan, 72 persen artikel dari temuan penelitian ilmu sosial dan perilaku tidak bisa direka ulang, 25 persen menunjukkan temuan yang berbeda, dan 49 persen gagal dikonfirmasi.
Publikasi ilmiah Indonesia tumbuh pesat. Namun ketika jurnal menerbitkan ratusan artikel tiap tahun, muncul pertanyaan: bagaimana menjaga kualitas dan integritas ilmiahnya?
Penulis dan peninjau artikel ilmiah kini dapat berkolaborasi dengan AI. Bagaimana memastikan penggunaannya tidak menyalahi etika akademis dan integritas ilmiah?
Kesadaran terkait sains terbuka tidak lantas mendorong penelitian lebih etis. Perlu upaya bersama dari peneliti, institusi pendidikan, hingga penerbit ilmiah.
Biologi sintetis dapat menciptakan solusi untuk mengatasi krisis. Namun, dibutuhkan aturan dan pengawasan ketat agar teknologi ini tidak disalahgunakan.
Berbeda dengan penerapan kurikulum di Indonesia, Thailand menerapkan pendekatan yang terbuka dan inklusif. Apa yang bisa kita pelajari?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin bisa lebih maksimal jika booster disuntikkan di lengan yang sama saat menerima suntikan pertama.
Peneliti muda, termasuk PhD, membutuhkan dukungan untuk perluas jaringan. Apa yang bisa dipelajari dari praktik dan kebijakan riset di Afrika Selatan?
Indeksasi jurnal tidak semestinya menjadi ukuran tunggal dari kinerja penelitian. Sistem evaluasi harus dilengkapi dengan indikator yang menempatkan dampak penelitian sebagai prioritas utama.
Belum banyak mahasiswa yang tertarik melakukan magang penelitian. Padahal magang jenis ini bisa memberikan peluang yang lebih besar bagi mahasiswa, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktoral.
Status World Class University (WCU) hanya bisa dicapai, salah satunya, jika peneliti-penelitinya berkelas dunia. Tapi di Indonesia, mencetak peneliti kelas dunia masih sulit. Mengapa?
Penting untuk memahami dan menerapkan prinsip penggunaan AI secara etis dalam publikasi riset agar AI digunakan secara bertanggung jawab, adil, dan tidak menggantikan kemampuan manusia dalam meneliti.
Apa itu ‘paper mill’ dan bagaimana cara kerjanya?
Dalam beberapa kasus, sulit bagi akademisi untuk mengetahui jurnal mana yang tidak kredibel – sementara di sisi lain, mereka mendapat tekanan untuk segera menerbitkan jurnal.
Kampus-kampus dari kawasan Wallacea siap bekerja sama dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas riset di kawasan ini.
Kajian ilmiah terkait profesi dosen dan perguruan tinggi bak tamu di rumah sendiri.
Dalam beberapa tahun ke belakang, platform SINTA memegang peran sebagai sistem pemeringkatan kinerja publikasi peneliti. Bagaimana sebenarnya dampaknya terhadap pola produksi riset di Indonesia?



















