Articles on Riset
Displaying 1 - 20 of 115 articles
Sains bekerja melalui proses revisi. Sebagai konsumen kita harus belajar mengevaluasi kematangan bukti dan selalu fleksibel terhadap temuan-temuan baru.
Situs wisata yang berkelanjutan dalam persaingan pariwisata masa depan adalah yang memahami kebutuhan psikologis wisatawannya
Mengapa pemerintah memilih membangun puluhan ribu koperasi baru ketika pekerjaan rumah pada koperasi yang sudah ada belum selesai?
Lemahnya topik kemitraan, kota berkelanjutan, kesetaraan gender, dan pengurangan ketimpangan terjadi karena persoalan klasik: minimnya dukungan program, pendanaan, dan kerja sama antar disiplin pengetahuan. Indonesia perlu mendorong lebih banyak penelitian di bidang ini untuk memperkuat basis bukti dalam penyusunan kebijakan.
Tingginya biaya APC sering kali menyerap lebih dari separuh dana hibah penelitian dosen, padahal negara menjadikannya syarat mutlak kelulusan S3 dan kenaikan jabatan ke Guru Besar.
Separuh temuan gagal direplikasi. Apakah kegagalan itu menunjukkan penelitian yang keliru, atau justru mencerminkan sifat realitas sosial yang terus berubah dan bergantung pada konteks?
Skandal riset palsu yang dilakukan oleh peneliti independen asal Indonesia di kancah Internasional masih jadi pembicaraan. Pelaku diduga memanipulasi data riset menggunakan Artificial Intelligence (AI…
Ramai dugaan pemalsuan identitas dan data riset dalam sejumlah konferensi ilmiah internasional yang melibatkan sekelompok peneliti independen dari Indonesia. Apa penjelasan psikologisnya?
Riset menunjukkan, 72 persen artikel dari temuan penelitian ilmu sosial dan perilaku tidak bisa direka ulang, 25 persen menunjukkan temuan yang berbeda, dan 49 persen gagal dikonfirmasi.
Tim peneliti bersama nelayan tradisional melakukan pengamatan langsung untuk menelusuri kemunculan pesut.
Publikasi ilmiah Indonesia tumbuh pesat. Namun ketika jurnal menerbitkan ratusan artikel tiap tahun, muncul pertanyaan: bagaimana menjaga kualitas dan integritas ilmiahnya?
Perempuan peneliti di Indonesia menghadapi berbagai tantangan serius. Mulai dari tuntutan akademis yang tinggi, stigma sosial, hingga ‘double glass ceiling’.
Dalam konteks riset sosial dan humaniora (soshum), pendekatan ‘slow science’ lebih tepat untuk digunakan karena dapat membantu peneliti memperkuat kedalaman analisis.
Terdapat 4 masalah yang kerap dihadapi oleh dosen Indonesia dalam menulis artikel ilmiah untuk jurnal internasional. Apa saja?
Penulis dan peninjau artikel ilmiah kini dapat berkolaborasi dengan AI. Bagaimana memastikan penggunaannya tidak menyalahi etika akademis dan integritas ilmiah?
Kesadaran terkait sains terbuka tidak lantas mendorong penelitian lebih etis. Perlu upaya bersama dari peneliti, institusi pendidikan, hingga penerbit ilmiah.
Tidak semua riset dapat diukur dengan logika industri. Luaran riset sosial tentang kekuasaan, budaya, atau kebijakan tidak bisa diperlakukan sama dengan prototipe panel surya. Mengapa?
Hanya segelintir inovasi di Indonesia yang benar-benar sampai ke masyarakat atau dipakai industri. Sisanya terjebak dalam laboratorium. Mengapa?
Berbeda dengan penerapan kurikulum di Indonesia, Thailand menerapkan pendekatan yang terbuka dan inklusif. Apa yang bisa kita pelajari?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin bisa lebih maksimal jika booster disuntikkan di lengan yang sama saat menerima suntikan pertama.



















