Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Mantan Pelatih Persija Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Sosok Blak-blakan Berjuluk "Mourinho Indonesia"
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Mantan pelatih dan pemain sepak bola Indonesia, Iwan Setiawan, meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026, yang diumumkan oleh rekan pelatih Rudy Eka Priyambada melalui media sosial. Iwan, yang dikenal dengan julukan "Mourinho Indonesia" karena gaya kepelatihannya yang blak-blakan, memiliki karier panjang di dunia sepak bola, baik sebagai pemain Timnas U-16 dan U-19 pada era 1980-an maupun sebagai pelatih yang berhasil membawa beberapa klub, termasuk Pusamania Borneo FC, meraih kesuksesan. Terakhir, Iwan melatih Sriwijaya FC pada musim 2025-2026, dan dikenang sebagai sosok yang jujur serta panutan oleh rekan-rekannya.
Iwan Setiawan. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID— Kabar duka datang dari sepak bola Indonesia setelah mantan pemain sekaligus pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026). Kabar tersebut disampaikan rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Kepergian Iwan menutup perjalanan panjang sosok yang selama puluhan tahun berkiprah di sepak bola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Iwan mengawali perjalanan di lapangan sebagai pemain Timnas Indonesia U-16 dan U-19 pada era 1980-an. Ia bahkan pernah dipercaya mengenakan ban kapten Timnas U-19 sebelum melanjutkan karier di level klub bersama Pelita Jaya, Arseto Solo, dan Persija Jakarta. Kariernya sebagai pemain tidak berkembang lebih jauh setelah mengalami cedera hingga akhirnya memilih menekuni dunia kepelatihan.
Setelah memperoleh lisensi pelatih dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Iwan mulai menangani tim junior Persija Jakarta pada 1997. Iwan kemudian dipercaya menangani sejumlah klub dan tim nasional kelompok usia, termasuk Persija senior, Timnas Indonesia U-23, PSMS Medan, Persela Lamongan, Borneo FC, hingga Persebaya Surabaya. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada musim 2013-2014 ketika ia membawa Pusamania Borneo FC menjuarai kompetisi kasta kedua nasional.
Nama Iwan juga lekat dengan karakter kepelatihan yang tegas dan gaya bicara yang blak-blakan. Ia sempat mendapat julukan Mourinho Indonesia karena pernyataannya dalam sejumlah kesempatan, meski Iwan mengaku tidak nyaman disamakan dengan pelatih lain dan memilih tampil sebagai dirinya sendiri. Ciri khas lain terlihat dari pilihan busana koko yang kerap dikenakannya ketika mendampingi tim bertanding.
Dalam perjalanan terakhirnya sebagai pelatih, Iwan sempat menangani Persebaya Surabaya pada 2017 dan menjadi bagian dari proses awal pembentukan tim yang kemudian meraih gelar juara. Setelah berpindah-pindah menangani sejumlah klub, Sriwijaya FC menjadi tim terakhir yang dilatihnya pada musim 2025-2026. Rudy Eka mengenang Iwan sebagai sosok yang jujur dan menjadi panutan dalam perjalanan karier kepelatihannya. “Terima kasih Ayah Iwan sudah jadi panutan saya dalam karier kepelatihan sepak bola,” tulis Rudy Eka. (RAI)