Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
339,5 Kg Hasil Budi Daya Lobster Batam Terserap di Pasar Singapura, KKP Ekspansi Sentra Baru
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
KKP RI meninjau langsung hasil produksi Modeling Budi Daya Lobster di Kota Batam, Provinsi Kepri, yang telah berhasil mengekspor 339, 5 kg ke pasar Singapura. (Foto: KKP RI)
JAKARTA, AFU.ID — Modeling Budi Daya Lobster di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menghasilkan 339,5 kilogram (kg) yang terserap di pasar Singapura. Capaian itu menunjukkan produksi lobster melalui budi daya perlahan dapat memenuhi permintaan ekspor. Keberhasilan penjualan juga menjadi dasar bagi rencana perluasan model budi daya ke sejumlah wilayah Indonesia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menilai, hasil tersebut membuktikan lobster dapat dibudidayakan sejak stadia Benih Bening Lobster (BBL) hingga ukuran konsumsi. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budi Daya lantas menargetkan pengiriman berikutnya ke Singapura pada November 2026 mendatang. Langkah itu untuk menguji kesinambungan pasokan, sekaligus memperkuat akses pasar hasil budi daya domestik.
Selain itu, KKP RI berencana mengembangkan fasilitas serupa di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sehingga, Modeling Budi Daya Lobster di Batam menjadi pendukung kawasan barat Indonesia dan Situbondo untuk wilayah tengah. “Sedangkan, pengembangan di Lombok dan Nusa Tenggara Barat dapat mendukung kawasan timur,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu sebagaimana dikutip AFU.ID dari website KKP RI, Minggu (26/9/2026).
Tb Haeru Rahayu menambahkan, capaian Modeling Budi Daya Lobster di Batam telah membuktikan kemampuan produksi dari benih hingga ukuran konsumsi. Oleh karenanya, rencana ekspansi sentra baru menjadi langkah yang sangat tepat. “Bahkan, hasilnya sudah bisa kita jual dan ekspor ke luar negeri,” tutur Dirjen Perikanan Budi Daya KKP RI ini.
Ekspansi Modeling Budi Daya Lobster Uji Konsistensi Pasokan
Lebih lanjut, pengembangan Modeling Budi Daya Lobster juga mengarah untuk membentuk rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar. Di Batam, kebutuhan pakan lobster membuka peluang kolaborasi dengan pembudidaya kekerangan sebagai salah satu pemasok pakan. Pola itu berpotensi menghubungkan kegiatan produksi lobster dengan usaha masyarakat di sektor pendukung.
Eksportir kepiting dan lobster, Sugianto menyebut kualitas lobster hasil budi daya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam mempunyai prospek pasar. Sebelum panen dalam volume lebih besar, pihaknya telah melakukan pengujian pasar untuk memastikan kualitas lobster tetap terjaga selama proses pengiriman. Hasil pengujian itu menunjukkan lobster dapat bertahan dalam kondisi baik hingga tempat penampungan di negara tujuan. “Kita juga sudah tes ekspor ke Singapura dan responsnya sangat baik,” ujarnya.
Hanya saja, ekspansi Modeling Budi Daya Lobster menghadapi tuntutan menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan di setiap wilayah. Keberhasilan satu pengiriman sebesar 339,5 kg belum dengan sendirinya membuktikan kapasitas produksi dapat memenuhi pasar ekspor secara berkelanjutan. Oleh karenanya, pengiriman berikutnya dan pengembangan fasilitas di wilayah lain akan menjadi ukuran penting untuk melihat apakah model Batam mampu tereplikasi dalam skala lebih luas. (ADR)