AFU.id

339,5 Kg Hasil Budi Daya Lobster Batam Terserap di Pasar Singapura, KKP Ekspansi Sentra Baru

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

339,5 Kg Hasil Budi Daya Lobster Batam Terserap di Pasar Singapura, KKP Ekspansi Sentra Baru
KKP RI meninjau langsung hasil produksi Modeling Budi Daya Lobster di Kota Batam, Provinsi Kepri, yang telah berhasil mengekspor 339, 5 kg ke pasar Singapura. (Foto: KKP RI)

Ekspansi Modeling Budi Daya Lobster Uji Konsistensi Pasokan

Lebih lanjut, pengembangan Modeling Budi Daya Lobster juga mengarah untuk membentuk rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar. Di Batam, kebutuhan pakan lobster membuka peluang kolaborasi dengan pembudidaya kekerangan sebagai salah satu pemasok pakan. Pola itu berpotensi menghubungkan kegiatan produksi lobster dengan usaha masyarakat di sektor pendukung.

Eksportir kepiting dan lobster, Sugianto menyebut kualitas lobster hasil budi daya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam mempunyai prospek pasar. Sebelum panen dalam volume lebih besar, pihaknya telah melakukan pengujian pasar untuk memastikan kualitas lobster tetap terjaga selama proses pengiriman. Hasil pengujian itu menunjukkan lobster dapat bertahan dalam kondisi baik hingga tempat penampungan di negara tujuan. “Kita juga sudah tes ekspor ke Singapura dan responsnya sangat baik,” ujarnya.

Hanya saja, ekspansi Modeling Budi Daya Lobster menghadapi tuntutan menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan di setiap wilayah. Keberhasilan satu pengiriman sebesar 339,5 kg belum dengan sendirinya membuktikan kapasitas produksi dapat memenuhi pasar ekspor secara berkelanjutan. Oleh karenanya, pengiriman berikutnya dan pengembangan fasilitas di wilayah lain akan menjadi ukuran penting untuk melihat apakah model Batam mampu tereplikasi dalam skala lebih luas. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi