Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Pekan Kedua Super League: Java United dan Isenmulang Masih Minus Dua Poin, Ini Penyebabnya
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Java United dan Isenmulang Kalteng FC terpaksa memulai musim Super League 2026/2027 dengan minus poin akibat sanksi pengurangan dua poin yang diberikan oleh penyelenggara I.League karena tidak memenuhi kriteria lisensi klub terkait infrastruktur. Meskipun Java United meraih satu poin dari hasil imbang pada pekan pertama, mereka kini berada di minus satu setelah kalah pada pekan kedua, sedangkan Isenmulang belum mendapatkan poin setelah dua kekalahan. Sanksi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kepatuhan peserta terhadap standar kompetisi, sementara kedua klub juga mengalami perubahan nama dan markas menjelang musim baru.
Logo Java United dan Isen Mulang Kalteng FC. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID — Java United dan Isenmulang Kalteng FC menghuni dua posisi terbawah klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan perolehan masing-masing minus satu dan minus dua poin. Posisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan hasil pertandingan karena kedua klub memasuki musim baru dengan sanksi pengurangan dua poin akibat persoalan lisensi. Kondisi itu membuat Java United tetap berada di zona minus meski sempat meraih satu poin dari hasil imbang pada pekan pertama melawan Garudayaksa.
Sanksi tersebut diberikan penyelenggara Super League 2026/2027 (I.League) karena kedua klub dinilai tidak memenuhi kriteria infrastruktur dalam proses club licensing. Regulasi mewajibkan setiap peserta memenuhi tujuh aspek lisensi, yakni infrastruktur, pemasaran, keberlanjutan, olahraga, administrasi, keuangan, dan legalitas. Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra mengatakan, “Perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025-2026 selesai menyebabkan terdapat kriteria infrastruktur yang tidak terpenuhi.”
Persoalan itu bermula dari perubahan kandang yang dilakukan kedua klub menjelang musim baru. Java United yang sebelumnya mendaftarkan Stadion Kie Raha di Ternate memilih Stadion Jatidiri Semarang sebagai markas setelah berganti nama dari Malut United. Sedangkan Isenmulang memindahkan kandangnya dari Stadion Internasional Banten ke Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, setelah sebelumnya bernama Adhyaksa FC. Konsekuensinya, keduanya menerima pengurangan dua poin sebelum kompetisi berjalan, sehingga hasil pertandingan harus dihitung dari posisi awal yang berbeda.
Java United telah mendapat satu poin pada laga pembuka usai bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC, tetapi kekalahan 2-3 dari Persita Tangerang pada pekan kedua membuat mereka kini berada di angka minus satu. Isenmulang justru belum memperoleh poin dari lapangan karena menelan kekalahan 0-4 dari Arema FC dan 1-4 saat menghadapi Bali United. Asep menegaskan, penerapan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepatuhan seluruh peserta terhadap standar kompetisi.
Perubahan nama dan kandang membuat Java United dan Isenmulang menjalani musim baru dengan identitas yang berbeda dari musim sebelumnya. Java United merupakan perubahan nama Malut United dan kini bermarkas di Semarang dengan julukan Laskar Kepodang Emas. Sementara Isenmulang Kalteng FC merupakan identitas baru Adhyaksa FC setelah berpindah ke Palangka Raya. (RAI)