JAKARTA, AFU.ID — Sebuah kisah tentang beratnya himpitan ekonomi dan taruhan dalam persahabatan diangkat lewat film terbaru berjudul Operasi Pesta Copet. Iqbaal Ramadhan tampil sebagai Ijal, tokoh utama yang terjebak dalam pilihan-pilihan sulit setelah kehidupannya berubah drastis akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Selain harus mencari sumber penghasilan baru, Ijal turut dibebani tanggung jawab melunasi utang ibunya yang mencapai Rp15 juta. Sejumlah cara telah ditempuhnya untuk keluar dari tekanan finansial tersebut, namun hasilnya selalu nihil dan justru membuatnya semakin terpojok.
Titik balik cerita muncul ketika Silet mengajak Ijal mencuri ponsel di sebuah pasar. Dari pengalaman itu, tercetus gagasan untuk memperluas aksi menjadi pencopetan berskala lebih besar, dengan melibatkan tiga rekan lainnya, yaitu Adut, Melodi, dan Tia.
Festival musik Pestapora akhirnya dipilih sebagai lokasi aksi, mengingat kepadatan penonton dinilai dapat menjadi celah yang memudahkan gerak-gerik mereka. Sayangnya, rencana yang semula dianggap sederhana justru berbalik menjadi rangkaian masalah yang jauh lebih pelik dari perkiraan.
Ambisi memperoleh uang secara cepat, ditambah tekanan ekonomi dan konflik internal di antara kelima orang tersebut, perlahan mengikis solidaritas yang selama ini terjalin. Di tengah gemerlap dan keramaian festival, mereka pun harus berhadapan dengan konsekuensi atas setiap langkah yang telah diambil.
Lebih dari sekadar cerita kriminal, film ini turut menyisipkan potret bagaimana desakan ekonomi dapat menggiring seseorang pada keputusan yang keliru. Di saat bersamaan, narasi ini juga menunjukkan sisi ganda persahabatan, yang dapat menjadi tempat berlindung sekaligus sumber perpecahan tatkala kepentingan pribadi mulai mendominasi.
Sejumlah nama turut mengisi jajaran pemeran film ini, di antaranya Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, Fauzan Lubis sebagai Silet, serta Yeyen Lydia yang berperan sebagai ibu Ijal. (NAD)