JAKARTA, AFU.ID — Seorang sopir pikap daring di Bandung tanpa sadar membawa jenazah perempuan yang disembunyikan dalam kardus. Sopir bernama Tegar itu menerima pesanan dari pria berinisial SDS, 31, untuk mengangkut kardus berisi barang yang disebut berupa besi dan pakaian. Kecurigaan baru muncul setelah perjalanan berlangsung dan Tegar mencium bau aneh dari dalam kardus.
Pesanan tersebut diterima Tegar sekitar pukul 10.00 WIB dengan rute dari kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, menuju Kopo. Saat tiba di titik penjemputan, kardus berukuran besar sudah berada di pinggir jalan dan SDS meminta bantuan untuk menaikkannya ke bak pikap karena cukup berat. Tegar mengaku saat itu belum menaruh curiga dan hanya membantu mengangkat sebagian kardus ke kendaraannya.
Setelah mobil berjalan, bau dari dalam kardus mulai membuat Tegar merasa tidak nyaman. Ia kemudian beberapa kali menanyakan isi paket kepada SDS, tetapi pria tersebut tetap mengatakan kardus itu berisi besi dan baju. Sikap SDS yang melarang ketika Tegar mengusulkan agar kardus dibuka membuat sopir tersebut semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan.
Tegar akhirnya memutuskan menghentikan perjalanan dan meminta SDS menurunkan kardus tersebut. Ia menepi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dan meminta SDS mengeluarkan barang itu sendiri dari bak pikap. “Saya langsung turun, saya teriak-teriak ke dia, suruh dia turunin, pokoknya turunin-turunin, sama kamu turunin sendiri saya enggak mau ini,” kata Tegar.
Setelah kardus diturunkan, Tegar menjauh dari lokasi dan mencari bantuan kepada petugas keamanan untuk melaporkan kecurigaannya. Tak lama kemudian, isi kardus diketahui adalah jasad perempuan berinisial SM, 41, yang ditemukan dengan salah satu tangannya terlihat dari bungkusan. SDS sebelumnya menyebut tujuan pengiriman berada di kawasan Kopo, tetapi setelah kejadian ia justru meninggalkan lokasi dan melarikan diri ke Palembang.
Laporan tersebut lalu ditindaklanjuti polisi dengan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti. SDS berhasil diamankan kurang dari enam jam setelah penemuan jasad ketika berada dalam perjalanan menuju Palembang. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan polisi masih mendalami motif dan cara pembunuhan yang dilakukan terhadap korban. (RAI)