JAKARTA, AFU.ID — Temuan mayat pria tanpa identitas di Gardu Listrik dekat Stasiun LRT Pancoran masih diselidiki kepolisian. Guna membantu penyelidikan, LRT Jabodebek siap kooperatif membantu pihak kepolisian terkait temuan mayat yang berada di dalam gardu listrik LRT Pancoran.
Pihak LRT menyatakan bakal membantu jika diminta oleh pihak kepolisian. "LRT siap membantu penyelidikan kalau kepolisian minta, kita pasti kooperatif," kata Manager of Public Relations LRT Jabodetabek Radhitya Mardika, Selasa (1/9/2026) malam.
Radhitya menambahkan, pihaknya siap meminta apa pun yang diperlukan pihak kepolisian. Termasuk, rekaman CCTV di sekitar lokasi dan hal-hal lain yang diperlukan kepolisian. "Kami terbuka, jika pihak kepolisian membutuhkanrekaman CCTV misalnya, kami akan bantu. Namun, secara teknis kami belum tahu apakah CCTV-nya menghadap ke gardu atau tidak," jelas Radithya.
Radhitya juga memastikan mayat pria ditemukan di lokasi bukanlah pegawainya. Hal itu dipastikan usai LRT Jabodebek melihat langsung di TKP. "Itu bukan yang terduga jenazahnya itu bukan dari pegawainya LRT kok," tutur dia.
Diduga Maling Kabel
Sebagai informasi, Polsek Pancoran tengah menyelidiki temuan mayat di dalam gardu listrik LRT Pancoran, Jakarta Selatan. Temuan mayat itu diketahui usai sejumlah pejalan kaki mencium bau tak sedap di trotoar dekat Stasiun LRT Pancoran.
Kapolsek Pancoran Kompol Suminto mengatakan, “Kami dapat berita tadi jam 17.50 WIB, sebelum Maghrib. Awalnya informasi katanya bau,” ungkap Suminto ditemui di lokasi.
Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak ke lokasi bersama petugas pemadam kebakaran dan PLN. Saat diperiksa, pintu gardu listrik dalam keadaan tidak terkunci. Sejumlah komponen di dalam gardu juga ditemukan dalam kondisi tidak semestinya. Salah satunya, kabel di dalam gardu telah terpotong.
Petugas kemudian menemukan seorang pria mengenakan kaus hitam dan celana jins panjang dalam kondisi tak bernyawa. Wajah pria tersebut menghitam, sedangkan lidahnya tampak menjulur keluar. Petugas juga menemukan sejumlah barang di sekitar mayat pria itu, di antaranya topi merah, gergaji kecil, pisau cutter, dan potongan kabel.
Selain itu, terdapat satu karung berwarna putih yang diduga digunakan untuk menyimpan kabel yang hendak dicuri. Saat jasad dievakuasi, petugas mendapati darah berlumuran di bagian kaki. Bau busuk yang menyengat pun semakin tercium.
Suminto mengatakan, pria tersebut diduga baru melakukan aksinya pada Selasa. Ia diduga masuk ke dalam gardu melalui bagian bawah. “Korban masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dengan gergaji beserta topi. Kemudian naik ke atas lantai dua di gardu tersebut,” jelas Suminto.
Karena tidak ditemukan kartu identitas pada tubuhnya, jasad pria tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses autopsi dan identifikasi. (FAP)