Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Dari New Mexico ke New America, Usulan Nama Aneh Trump Picu Penolakan: Pengalihan Isu Kenaikan Harga BBM
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Presiden AS Donald Trump mengusulkan perubahan nama New Mexico menjadi "New America" melalui media sosial, yang langsung mendapat penolakan dari Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham, yang menegaskan bahwa nama tersebut telah ada sebelum AS terbentuk dan menyebut usulan Trump sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu lain seperti kenaikan harga bahan bakar. Meskipun secara hukum Trump memiliki kewenangan untuk mengubah nama geografis, perubahan nama negara bagian harus melalui proses di tingkat negara bagian, dan penolakan juga datang dari Senator Demokrat Martin Heinrich. Usulan ini merupakan bagian dari rangkaian gagasan Trump yang sebelumnya telah mencakup perubahan nama wilayah lain.
Presiden AS Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, tak lama setelah insiden penembakan pada 25 April 2026. (ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency/pri)
JAKARTA, AFU.ID— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan perubahan nama negara bagian New Mexico menjadi “New America”. Gagasan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Minggu (6/9/2026). Gedung Putih kemudian ikut membagikan gambar yang memperlihatkan tulisan “Mexico” pada peta New Mexico dicoret dan diganti menjadi “America”.
Trump menyebut usulan tersebut muncul setelah sejumlah orang menyarankan perubahan nama New Mexico. “Banyak orang menyarankan untuk mengubah nama New Mexico... menjadi NEW AMERICA,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia menyebut nama baru itu akan lebih bergengsi dan indah bagi warga negara bagian tersebut.
Usulan tersebut langsung mendapat penolakan dari Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham. Lujan menegaskan, nama New Mexico bukan sesuatu yang bisa diperdebatkan dan menyebut nama tersebut telah ada sebelum Amerika Serikat terbentuk. Ia menambahkan, Trump sedang berusaha mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain, termasuk kenaikan harga bahan bakar.
Secara hukum, Trump memang memiliki kewenangan mengubah sejumlah nama geografis yang tercatat dalam Sistem Informasi Nama Geografis. Namun, kewenangan tersebut tidak mencakup perubahan nama negara bagian secara sepihak karena perubahan nama wilayah bagian harus melalui proses di tingkat negara bagian. Senator Demokrat Martin Heinrich, turut menolak gagasan tersebut dan menyatakan akan tetap menggunakan nama New Mexico.
Usulan terhadap New Mexico ini menjadi bagian dari rangkaian gagasan Trump untuk mengubah nama sejumlah wilayah. Sebelumnya, Trump telah mengubah nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” dan baru-baru ini menandatangani perintah untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi “Lake America”. Ia juga sempat melontarkan gagasan mengubah nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump”, bahkan menyebut kemungkinan mengganti nama Samudra Atlantik dan Pasifik. (RAI)