Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Survei Poltracking: Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar, Safari Politik Jokowi Tak Beri Pengaruh Elektabilitas ke PSI
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada Agustus 2026 menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,2 persen, diikuti PDI Perjuangan 11,6 persen dan Partai Golkar 10,4 persen. Meskipun Presiden Joko Widodo aktif melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), elektabilitas PSI hanya mencapai 2,3 persen, menunjukkan bahwa upaya tersebut belum efektif dalam meningkatkan dukungan untuk partai tersebut menuju Pemilu 2024. Survei ini melibatkan 1.220 responden dari 38 provinsi dengan margin of error sekitar 2,9 persen.
Momen Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo duduk berdampingan dengan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menyaksikan atraksi pesawat tempur di momen perayaan HUT Ke-81 RI. (Sekretariat Presiden)
JAKARTA, AFU.ID— Partai Gerindra mencatat elektabilitas 23,2 persen dalam survei nasional Poltracking Indonesia yang digelar pada 14-20 Agustus 2026. PDI-Perjuangan ada di urutan kedua dengan 11,6 persen dan Partai Golkar sebesar 10,4 persen. Pengukuran dilakukan menggunakan simulasi bilik suara untuk melihat pilihan responden terhadap partai atau calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan pengukuran itu menggambarkan pilihan politik responden jika pemilu digelar saat survei berlangsung. “Kita langsung masuk ke jantung temuan kita, yaitu elektabilitas partai politik,” kata Yoki dalam pemaparan yang disiarkan secara daring, Rabu (23/9/2026).
Survei Poltracking dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional berdasarkan DPT 2024, dengan stratifikasi berdasarkan jenis kelamin pemilih.
Aktivitas politik Joko Widodo turut menjadi konteks dinamika partai beberapa bulan belakangan. Sejak Juni 2026, Jokowi mulai aktif melakukan perjalanan ke sejumlah daerah bersama PSI. Dalam sejumlah kunjungan, ia bertemu kader PSI, tokoh masyarakat, hingga kelompok relawan dalam agenda yang dikemas sebagai silaturahmi dan konsolidasi.
Dalam survei Poltracking, PSI tercatat memperoleh elektabilitas 2,3 persen. Efek Jokowi belum mampu mendongkrak elektabilitas partai Gajah tersebut yang pada Pemilu 2024 mendapatkan perolehan suara 2,6 persen. Padahal, ambisi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina adalah meloloskan PSI ke parlemen 2029. Namun, hasil survei tersebut tidak secara khusus dan spesifik mengukur hubungan antara aktivitas politik Jokowi dengan rendahnya elektabilitas PSI. (RAI)