JAKARTA, AFU.ID — Informasi pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali ramai dicari masyarakat pada September 2026. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi pemerintah mengenai penyaluran BLT Kesra sebesar Rp900.000 tahun ini. Bantuan yang dipastikan masih disalurkan pada September adalah bansos tahap ketiga untuk periode Juli–September 2026.
Penyaluran bansos tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako, bantuan pangan beras, serta penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JK). Waktu pencairan dapat berbeda di setiap daerah karena dilakukan secara bertahap. Penetapan penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
BLT Kesra sebesar Rp900.000 sebelumnya diberikan sebagai bantuan tambahan pada 2025. Namun, belum terdapat keterangan resmi dari Kementerian Sosial yang memastikan program tersebut kembali dicairkan pada September 2026. Masyarakat perlu membedakan informasi BLT Kesra dengan penyaluran PKH, BPNT, dan bantuan pangan yang memang sedang berjalan. Status penerima bansos dapat diperiksa melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Masyarakat cukup memasukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP, mengisi kode verifikasi, lalu memilih menu pencarian data.
Hasil pencarian akan menampilkan nama penerima, kelompok desil, jenis bantuan, serta periode penyaluran. Data tersebut dapat berubah karena pemerintah melakukan pemutakhiran dan verifikasi berdasarkan kondisi sosial ekonomi penerima. Untuk BPNT, bantuan yang diberikan sebesar Rp200.000 per bulan dan dapat disalurkan sekaligus untuk tiga bulan sehingga mencapai Rp600.000. Bantuan pangan beras diberikan sebanyak 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, sedangkan besaran PKH berbeda sesuai kategori penerima.
Masyarakat diminta tidak mempercayai tautan pendaftaran BLT yang beredar di media sosial apabila tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Hingga September 2026, belum ada kepastian resmi bahwa BLT Kesra Rp900.000 kembali disalurkan. (RHU)