JAKARTA, AFU.ID — Ekonom senior Chatib Basri membantah mendapat tawaran menjadi Menteri Keuangan dari Presiden Prabowo Subianto. Bantahan itu muncul di tengah beredarnya rumor pergantian Menteri Keuangan saat rupiah masih berada dalam tekanan dan Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan.
Chatib menyampaikan hal itu seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Ia menegaskan pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi, bukan tawaran untuk menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Nggak ada. Ini kita bahas soal ekonomi kok,” kata Chatib.
Ia juga membantah hadir dalam forum yang sama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang namanya turut disebut dalam spekulasi calon Menteri Keuangan. Menurut Chatib, ia datang bersama jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN), termasuk Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Nama Chatib kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa Presiden tengah mempertimbangkan perubahan di pos Kementerian Keuangan. Selain Chatib, Budi Gunadi Sadikin juga sempat disebut sebagai kandidat.
Namun, Luhut menegaskan pertemuan DEN dengan Presiden membahas sejumlah agenda ekonomi. Salah satunya laporan survei pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di 800 titik yang dilakukan DEN.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan govtech dan integrasi sistem digital pemerintah. Menurut Luhut, sebagian besar sistem teknologi pemerintahan telah terkoneksi dan sejumlah kementerian serta lembaga mulai menyatukan basis data.
Spekulasi mengenai kursi Menteri Keuangan muncul ketika pasar keuangan sedang menghadapi tekanan. Pada hari yang sama, Bank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk meredam pelemahan rupiah.
Bank Indonesia menyatakan nilai tukar rupiah melemah lebih dalam dari perkiraan sejak Rapat Dewan Gubernur pada Mei 2026. Tekanan berasal dari ketidakpastian global, meningkatnya kebutuhan valuta asing domestik, serta keluarnya investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia.
Data Reuters menunjukkan rupiah sempat menyentuh rekor terlemah di level Rp18.190 per dolar AS sebelum menguat ke sekitar Rp18.050 setelah keputusan BI diumumkan.
Situasi tersebut membuat rumor pergantian Menteri Keuangan tidak hanya menjadi isu politik, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah.
Purbaya sebelumnya telah membantah kabar pengunduran dirinya. Ia menegaskan tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden dan mengingatkan bahwa spekulasi yang tidak berdasar dapat memengaruhi sentimen pasar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memastikan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Ia meminta publik tidak mengaitkan nama-nama tertentu dengan isu reshuffle tanpa informasi yang jelas.
Meski bantahan telah disampaikan oleh Chatib, Purbaya, dan Istana, rumor mengenai kursi Menteri Keuangan belum sepenuhnya mereda. Di tengah tekanan terhadap rupiah, pasar masih menaruh perhatian besar pada konsistensi kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah. (RHU)