AFU.id

KKP RI Buka Akses, Ekspor Perdana 3,5 Ton Kerapu Hidup Papua Tembus Hong Kong

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

KKP RI Buka Akses, Ekspor Perdana 3,5 Ton Kerapu Hidup Papua Tembus Hong Kong
Ikan kerapu. (Foto: KKP RI)

Menjaga Standar Kerapu Hidup asal Papua Pascaekspor Perdana

Lebih lanjut, Ishartini menegaskan sertifikasi tak akan berhenti pada penerbitan dokumen hanya untuk satu kali pengiriman. Perusahaan yang telah mempunyai sertifikat jaminan mutu dapat mengurus SMKHP secara online melalui aplikasi Siap Mutu. Mekanisme itu bertujuan agar pemenuhan administrasi tak menjadi hambatan ketika komoditas kembali terkirim ke pasar luar negeri. “Kami akan langsung layani dengan baik supaya ekspor tidak tertunda,” tuturnya.

Sementara itu, Kasrida selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis UPT Badan Mutu KKP Kota Sorong menyebut sertifikasi CBIB mencakup pemeriksaan terhadap 16 parameter manajemen budi daya. Meliputi kualitas benih, suplai dan pengelolaan air, kebersihan fasilitas, wadah budi daya, pakan, limbah, hingga penanganan hasil panen. Rangkaian pemeriksaan itu menjadi dasar untuk memastikan kerapu hidup yang terkirim memenuhi aspek kesehatan dan keamanan konsumsi.

Ekspor perdana kerapu hidup senilai USD33.283 tak hanya menunjukkan kemampuan Provinsi Papua Barat Daya dalam menghasilkan komoditas bernilai ekonomi. Akses pasar Hong Kong juga menciptakan tuntutan agar kualitas produksi tetap konsisten pada setiap pengiriman berikutnya. Jika standar 16 parameter dapat dipertahankan, ekspansi pasar akan mempunyai fondasi lebih kuat daripada sekadar mengandalkan keberhasilan satu pengiriman. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi