JAKARTA, AFU.ID — Indonesia telah melakukan ekspor beras premium sebanyak 2.290 ribu ton ke Arab Saudi dan Palestina.
Kebijakan tersebut menyusul kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah menembus 5,37 juta ton per Mei 2026.
Melansir website Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) pada Minggu (24/5/2026), angka tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia modern.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menyampaikan bahwa penguatan stok dan peningkatan produksi menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
“Stok kita melimpah, sudah 5,3 juta ton, dan potensi produksi maupun serapan ke depan juga masih sangat besar,” ungkapnya.
Sudaryono menyatakan, cadangan pangan nasional yang terus menguat tak hanya berfungsi menjaga kebutuhan masyarakat di dalam negeri.
Akan tetapi, turut memberi peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pangan dengan negara lain secara terukur.
Oleh karenanya, Indonesia mulai membuka pasar baru dengan mengirim beras premium sebanyak 2.290 ton.
Rinciannya, sebanyak 2.280 ton yang nilainya mencapai Rp38 miliar ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton kepada Palestina sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap krisis kemanusiaan.
“Ke depan, kita berharap bukan hanya jemaah Indonesia saat haji dan umrah yang mengonsumsi beras RI, tetapi juga jemaah negara lain,” tutur Wamentan RI.
Kendati peluang pasar global kian terbuka, Kementan RI menegaskan prioritas utamanya tetap memastikan kebutuhan pangan nasional berada pada kondisi aman.
“Semua ekspor kita hitung dengan cermat, jangan sampai kebutuhan dalam negeri justru terganggu,” pungkas Wamentan Sudaryono. (ADR)