JAKARTA, AFU.ID — Selebgram Indra Kenz mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada orang-orang yang merasa dirugikan setelah dirinya bebas bersyarat dari penjara. Namun, persoalan uang para korban kasus Binomo belum hilang begitu saja. Dalam surat terbuka yang diunggah melalui Instagram, Sabtu (26/9/2026), Indra mengakui dirinya bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan dari perbuatannya. Ia juga menyadari permintaan maaf tidak serta-merta menghapus kerugian yang dialami para korban.
“Kepada siapa pun yang menderita akibat perbuatan saya, saya sungguh memohon maaf. Saya tidak pernah berniat menyakiti siapa pun,” tulis Indra. Ia mengakui tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi selama perkara tersebut berlangsung. Indra juga menyebut lima tahun terakhir sebagai masa paling terpuruk dalam hidupnya.
“Saya salah, itu adalah kesalahan saya sendiri, dan saya bertanggung jawab penuh atas masalah yang ditimbulkan,” lanjutnya. Indra sebelumnya divonis 10 tahun penjara dalam perkara penipuan berkedok trading Binomo, penyebaran berita bohong, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Perkara tersebut merugikan ratusan korban dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
Kasus itu bermula pada 2022 ketika Indra dikenal sebagai salah satu figur yang mempromosikan platform Binomo. Sejumlah pengikutnya kemudian mengalami kerugian setelah mengikuti aktivitas trading pada platform tersebut. Kini setelah bebas bersyarat, Indra mengatakan ingin menata kembali hidupnya dan membuktikan perubahan melalui tindakan, bukan hanya permintaan maaf. Namun, bagi para korban, persoalan lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana nasib kerugian finansial yang mereka alami. “Saya mengerti jika Anda belum siap memaafkan saya. Saya tahu kata-kata saja tidaklah cukup,” tulisnya.
Dalam surat tersebut, Indra tidak menjelaskan secara rinci mengenai pengembalian uang atau mekanisme penyelesaian kerugian para korban. Ia lebih banyak menyampaikan penyesalan serta rencana untuk memperbaiki kehidupannya setelah menjalani hukuman.
Indra mengatakan dirinya ingin menggunakan kesempatan kedua untuk kembali bersama keluarga dan melakukan hal-hal yang lebih bermakna. Ia juga berterima kasih kepada orang-orang yang tetap memberikan dukungan setelah dirinya menjalani hukuman. “Berapa pun lama waktu yang dibutuhkan, saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini,” tulisnya.
Sementara itu, perkara hukum Indra sebelumnya tidak hanya berkaitan dengan kerugian para pengguna Binomo, tetapi juga menyangkut aset yang dikaitkan dengan tindak pidana pencucian uang. Karena itu, persoalan mengenai pemulihan kerugian korban menjadi bagian berbeda dari sekadar permintaan maaf setelah Indra kembali menghirup udara bebas. Hingga surat terbuka tersebut dibuat, Indra belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan ditempuh untuk menyelesaikan kerugian finansial yang dialami para korban. (EER)