JAKARTA, AFU.ID — Rasa pegal, leher kaku, nyeri punggung, hingga ketidaknyamanan pada sendi setelah berjam-jam berada di ruangan berpendingin udara (AC) ternyata tidak disebabkan langsung oleh suhu dingin. Dokter menyebut keluhan tersebut lebih sering dipicu kebiasaan duduk terlalu lama dan minim bergerak.
Dokter ortopedi sekaligus Ketua Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, mengatakan penggunaan AC tidak menyebabkan radang sendi maupun kerusakan tulang secara langsung. Menurutnya, keluhan yang muncul umumnya berkaitan dengan gaya hidup sedentari yang sering menyertai aktivitas di ruangan ber-AC.
"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," kata Mody, dikutip dari Hindustan Times, Minggu (14/6/2026).
Mody menjelaskan banyak orang menghabiskan waktu delapan hingga sepuluh jam dalam posisi duduk yang kurang ideal. Kondisi tersebut dapat memicu kekakuan otot, ketegangan tubuh, serta berbagai keluhan pada sendi.
Suhu dingin memang dapat membuat otot menegang untuk sementara waktu, mengurangi fleksibilitas tubuh, serta memperlambat sirkulasi darah. Efek tersebut biasanya lebih dirasakan oleh orang yang telah memiliki riwayat gangguan sendi atau nyeri kronis.
Kelompok yang paling rentan mengalami keluhan itu antara lain penderita osteoartritis, spondilosis servikal, frozen shoulder, nyeri punggung bawah, maupun mereka yang pernah mengalami cedera. Lansia juga lebih mudah merasakan nyeri sendi karena penurunan massa otot, gangguan sirkulasi darah, dan proses degeneratif pada persendian.
Mody menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan penggunaan AC dapat menyebabkan osteoporosis atau melemahkan tulang. Risiko yang justru perlu diwaspadai adalah kurang bergerak, minim paparan sinar matahari, serta kurangnya asupan cairan.
"Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari," ujarnya. Menurut Mody, vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang. Kekurangan vitamin D dapat memicu kelemahan otot, nyeri tulang, tubuh mudah lelah, hingga meningkatkan risiko patah tulang.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan yang terus berulang, seperti leher dan punggung kaku, nyeri lutut setelah duduk lama, kram otot, bahu tegang, kesemutan pada tangan, maupun badan pegal saat bangun tidur. Untuk mencegahnya, ia menyarankan menjaga suhu AC pada kisaran 24–26 derajat Celsius, rutin berdiri setiap 30–45 menit, mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan kursi ergonomis, berolahraga, serta mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. (ANT/RAI)