JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan sekitar 70 ribu lowongan untuk Program Pemagangan Nasional Batch 3 Angkatan 2 yang pendaftarannya akan dibuka pada Oktober 2026. Program tersebut menjadi batch terakhir dalam rangkaian Pemagangan Nasional tahun ini. Seluruh lowongan yang dibuka berasal dari perusahaan dan dunia industri. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan proses dimulai dengan pembukaan pendaftaran bagi perusahaan penyelenggara magang pada September 2026. Setelah itu, pendaftaran dan seleksi peserta akan berlangsung pada Oktober.
Program kemudian dijadwalkan mulai berjalan melalui peluncuran resmi pada November 2026. “Untuk batch 3 itu semuanya lowongan perusahaan. Jadi enggak ada lowongan dari kementerian dan lembaga,” kata Darmawansyah, Rabu (23/09/26). Kemnaker memastikan peserta yang lolos tetap akan memperoleh uang saku yang sepenuhnya ditanggung pemerintah. Dengan skema tersebut, perusahaan yang menjadi lokasi magang tidak dibebankan kewajiban menyediakan uang saku bagi peserta. Pemerintah berharap kebijakan itu dapat memperluas keterlibatan dunia usaha dalam program pemagangan nasional.
Program Pemagangan Nasional menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan pengalaman kerja dan kompetensi angkatan kerja muda. Kemnaker mencatat sekitar 100 ribu peserta mengikuti program serupa pada 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 ribu orang menjalani magang di perusahaan atau industri. Data Kemnaker menunjukkan hampir 50 persen peserta yang magang di perusahaan berhasil terserap menjadi tenaga kerja. Dari sekitar 60 ribu peserta magang di sektor industri, sekitar 30 ribu orang disebut telah bekerja setelah menyelesaikan program. Angka tersebut menjadi salah satu indikator efektivitas program dalam menghubungkan peserta dengan dunia kerja.
Pada 2026, Program Pemagangan Nasional telah berjalan melalui dua batch sebelumnya. Batch pertama diikuti sekitar 46 ribu peserta, sedangkan Batch 2 meloloskan 40.962 peserta setelah melalui proses seleksi. Pemerintah menargetkan total peserta program pemagangan sepanjang 2026 mencapai 150 ribu orang. Kemnaker menyatakan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala untuk mengukur dampak program. Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap tingkat serapan tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, dan perkembangan peserta setelah menyelesaikan masa magang. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan program pada periode berikutnya. (RHU)