Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kronologi Penemuan Mayat Priadi Ruang Roda Pesawat KLIA2 Malaysia, Diduga Tewas Lebih dari 72 Jam
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di ruang roda pendaratan pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2) setelah pesawat yang baru tiba dari Tokyo mendarat pada Kamis, 27 Agustus 2026. Penemuan terjadi saat petugas teknis melakukan pemeriksaan dan mencium bau menyengat, yang kemudian mengarah pada penemuan jasad pria berusia sekitar 17-25 tahun yang mengenakan pakaian tertentu tanpa dokumen identitas. Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana korban bisa berada di ruang roda pesawat dan penyebab kematiannya, sambil mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut.
Ilustrasi pesawat. (MorgueFile/richard_b)
JAKARTA, AFU.ID— Jenazah seorang pria tanpa identitas ditemukan di ruang roda pendaratan pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2), Malaysia, Kamis (27/8/2026). Jasad tersebut ditemukan setelah pesawat dari Tokyo, Jepang, mendarat sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Kondisi korban sudah membusuk dan polisi memperkirakan pria tersebut telah meninggal lebih dari 72 jam.
Penemuan bermula sekitar pukul 06.55 ketika petugas teknis membuka kompartemen roda pendaratan untuk pemeriksaan. Petugas mencium bau menyengat dari dalam ruang tersebut sehingga pemeriksaan dilanjutkan ke bagian penyimpanan roda di sisi kanan pesawat. Petugas kemudian menemukan seorang pria dalam posisi tengkurap di dalam kompartemen tersebut.
Temuan itu langsung dilaporkan kepada pusat operasi Kepolisian KLIA2. Kepala Kepolisian Distrik KLIA ACP Ravi Munusamy mengatakan, laporan mengenai penemuan jenazah diterima sekitar pukul 07.00 t dari Airport Operations Control Centre. Tim forensik dikerahkan untuk memeriksa lokasi dan mengumpulkan sejumlah bukti.
Polisi memperkirakan korban berusia antara 17–25 tahun. Saat ditemukan, pria tersebut mengenakan hoodie putih bergambar naga di bagian belakang dan tulisan “Oakley” di bagian depan, celana jeans biru muda, ikat pinggang kulit cokelat, kaus kaki, serta sepatu olahraga hitam. Polisi tidak menemukan dokumen identitas maupun tanda-tanda luka pada pemeriksaan awal.
Jenazah lalu dibawa ke Departemen Forensik Rumah Sakit Serdang untuk menjalani pemeriksaan post-mortem. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap identitas korban sekaligus memastikan penyebab kematiannya. “Hasil pemeriksaan mayat menunjukkan tidak ditemukan dokumen identitas dan mayat tersebut dalam keadaan membusuk,” kata Ravi, dikutip Utusan TV, Kamis (27/8/2026).
Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap bagaimana pria tersebut dapat berada di ruang roda pesawat yang terbang dari Tokyo menuju Kuala Lumpur. Polisi juga belum menyimpulkan penyebab kematian korban maupun rangkaian kejadian sebelum jenazah ditemukan. “Kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi atas kejadian tersebut,” tegas Ravi. (RAI)