JAKARTA, AFU.ID — Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di New York, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2026), untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan posisi Iran di tengah perang dan ketegangan yang masih berlangsung dengan Washington. Sebelum bertolak dari Teheran, Pezeshkian mengatakan isu penderitaan rakyat Iran dan tindakan yang disebut Iran sebagai kejahatan hak asasi terhadap negaranya akan dibawa ke forum PBB.
Kedatangan Pezeshkian selang sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi lebih dulu berada di New York untuk menjalankan agenda diplomatik. Pezeshkian juga dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin negara, pejabat internasional, warga Iran di AS, akademisi, dan kelompok think tank Amerika. “Kami akan menyampaikan penderitaan bangsa Iran, kejahatan yang telah dilakukan terhadapnya, dan kebohongan-kebohongan AS yang telah tercipta,” kata Pezeshkian.
Kunjungan tersebut berlangsung ketika hubungan Iran dan AS masih diwarnai ancaman dan perbedaan tajam mengenai penyelesaian konflik. Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB mengatakan, Washington berupaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan memperingatkan adanya pilihan keras apabila kesepakatan tidak tercapai. Trump juga menyebut kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada November.
Tim Media Iran Ditolak Visa AS
Perjalanan Pezeshkian ke New York juga diwarnai penolakan visa terhadap sejumlah anggota delegasi Iran, termasuk tim media kepresidenan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam keputusan tersebut dan menegaskan langkah itu membatasi akses informasi mengenai agenda presiden Iran.
“Ketika sebuah pemerintahan menutup pintu rapat-rapat, bahkan terhadap jurnalis Amerika yang tidak mereka sukai, dan menghalangi wartawan asing, termasuk tim media Presiden Iran yang suaranya ingin mereka bungkam, tindakan tersebut merupakan kesewenang-wenangan,” tulis Baghaei melalui akun media sosial X.
Penolakan visa tersebut menjadi bagian lain dari ketegangan yang mengiringi kehadiran Iran di New York. Laporan mengenai pembatasan terhadap tim media Iran muncul bersamaan dengan kebijakan pemerintahan Trump terkait akses sejumlah media AS ke Gedung Putih. Di sisi lain, Amerika Serikat tetap memberikan visa kepada Pezeshkian dan pejabat inti Iran untuk menghadiri agenda tingkat tinggi PBB, meski delegasi Iran dikenai sejumlah pembatasan selama berada di New York. (RAI)