JAKARTA, AFU.ID — Sebuah kapal tanker super atau super tanker terbakar dan berhenti total setelah diduga menabrak dua ranjau laut saat mencoba melintasi jalur yang disebut tidak resmi di sebelah selatan Selat Hormuz. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan insiden tersebut terjadi beberapa jam sebelum pernyataan dikeluarkan pada Senin (31/8/2026) pagi. IRGC menyebut kapal tanker tersebut melanggar jalur yang ditetapkan untuk pelayaran di kawasan Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kapal tanker itu terbakar hebat setelah menghantam dua ranjau laut ketika berupaya melewati jalur yang disebut sebagai jalur ilegal di selatan Selat Hormuz. Kapal kemudian berhenti sepenuhnya. "Beberapa jam lalu, sebuah super tanker yang melanggar dan bermaksud melewati jalur ilegal di selatan Selat Hormuz terbakar dalam kobaran api besar setelah menabrak dua ranjau laut dan berhenti total," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC, dikutip dari Tasnim.
IRGC kemudian mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal lain yang melintas di kawasan tersebut. Mereka menyatakan kapal yang melanggar aturan keamanan dan navigasi yang telah ditetapkan untuk pelayaran di Selat Hormuz akan menghadapi konsekuensi serupa. "IRGC Navy sekali lagi memperingatkan bahwa nasib kapal-kapal yang melanggar peraturan keamanan Selat Hormuz tidak akan berbeda," demikian pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum mengeluarkan detail mengenai identitas kapal tanker yang terbakar itu. IRGC juga menegaskan bahwa seluruh perusahaan pelayaran wajib mematuhi aturan yang ditetapkan untuk melintas dan bernavigasi di kawasan tersebut. Mereka meminta perusahaan pelayaran tidak mengikuti apa yang disebut sebagai provokasi militer Amerika Serikat.
"Kepatuhan terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh Angkatan Laut IRGC untuk melintas dan bernavigasi adalah wajib," kata IRGC. Perusahaan pelayaran diingatkan agar tidak menempatkan kapal, muatan, serta awak mereka dalam risiko. Peringatan tersebut disampaikan di tengah situasi keamanan yang sensitif di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia. (EER)