Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Rapat Paripurna Ricuh, Ketua DPRD Ende Diduga Pukul Ketua Fraksi Hanura, Netizen: Kerjanya Tengkar, Solusi Tak Ada
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende berlangsung ricuh ketika Ketua DPRD, Fransiskus Taso, diduga memukul Ketua Fraksi Hanura, Hironimus Irwan Kila Pelo, saat pembahasan perubahan anggaran 2026. Hironimus telah melaporkan insiden tersebut ke polisi, yang kini sedang melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Keributan yang terekam dalam video berdurasi 32 detik itu menuai kritik dari netizen yang menyoroti ketidakprofesionalan para wakil rakyat di tengah kondisi masyarakat yang masih terpengaruh oleh bencana gempa.
Rapat paripurnaDPRD Kabupaten Ende diwarnai kericuhan. Ketua DPRD, Fransiskus Taso, dilaporkan ke polisi atas dugaan pemukulan terhadap Ketua Fraksi Hanura, Hironimus Irwan Kila Pelo. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID—Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende diwarnai kericuhan. Ketua DPRD, Fransiskus Taso, dilaporkan ke polisi atas dugaan pemukulan terhadap Ketua Fraksi Hanura, Hironimus Irwan Kila Pelo. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) siang ketika agenda pembahasan perubahan anggaran 2026 berlangsung. Rapat yang dipimpin Taso sempat diskors sebelum keributan terjadi.
Hironimus mendatangi Mapolres Ende untuk melaporkan dugaan pemukulan tersebut setelah kejadian. Polisi membenarkan telah menerima laporan yang melibatkan dua anggota DPRD Ende itu, tetapi belum menyimpulkan perkara karena proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan. Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
"Saat ini masih proses penyelidikan, kita lengkapi alat buktinya dan sementara kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan setelah itu kita akan lakukan pengembangan," kata Yudhi saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026). Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan langsung dari Hironimus maupun Taso karena keduanya belum berhasil dikonfirmasi. Nomor telepon dan WhatsApp Hironimus disebut tidak aktif, sementara Taso juga belum memberikan penjelasan mengenai dugaan keributan tersebut.
Keributan itu turut terekam dalam sebuah video berdurasi 32 detik yang memperlihatkan sejumlah anggota DPRD Ende berusaha melerai Taso dan Hironimus. Rekaman tersebut memperlihatkan situasi di ruang rapat yang berubah menjadi arena perkelahian, meski video yang beredar belum memberikan gambaran utuh mengenai penyebab awal insiden.
Insiden tersebut mendapat sorotan dari warganet di media sosial. Salah satu komentar menyindir kinerja wakil rakyat dengan menulis, "gaji dan tunjangannya minta besar, tapi kerjaannya hanya tengkar, solusi ke masyarakat gak ada," sementara akun lain menulis, "Beginilah wakil rakyat sekarang." Akun X @Gi_N0NG juga menyinggung kondisi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa dengan komentar, "Di sela masyarakat masih dilanda trauma gempa magnitudo 7,7 dengan gempa susulan 10.334 sampai saat ini. DPRD Ende buat gempa susulan di ruang sidang." (RAI)