JAKARTA, AFU.ID — Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas melontarkan candaan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/09/26). Dalam pidatonya, Zulhas menyebut dirinya dan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tidak berencana maju sebagai calon presiden, sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin masih disebut mempertimbangkan peluang tersebut.
Candaan itu bermula ketika Zulhas menyapa Bahlil yang hadir dalam acara tersebut. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Zulhas mengatakan dirinya dan Bahlil sepakat bahwa kursi presiden tetap dipegang Prabowo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana santai yang disambut tawa para tamu undangan.
Zulhas kemudian menyinggung kehadiran Cak Imin dalam acara yang sama. Menurut dia, dirinya, Bahlil, dan Cak Imin memiliki kesamaan karena sama-sama mendukung cita-cita dan program yang diperjuangkan Prabowo. Namun, ia menyebut terdapat sedikit perbedaan di antara mereka terkait kontestasi politik mendatang. “Pak Bahlil sama saya mungkin nggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir Pak,” kata Zulhas yang disambut respons para hadirin.
Pernyataan tersebut memancing reaksi dari Bahlil dan Cak Imin. Bahlil terlihat tertawa menanggapi candaan itu, sementara Cak Imin mengangkat tangannya dari tempat duduknya. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian dalam rangkaian acara perayaan HUT PAN.
Meski menyinggung Pilpres 2029, tidak ada pembahasan resmi mengenai pencalonan presiden dalam acara tersebut. Fokus utama kegiatan tetap berada pada peringatan hari ulang tahun PAN yang mengusung tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat”. Sejumlah pimpinan partai politik dan tokoh nasional turut menghadiri acara tersebut.
Pernyataan Zulhas muncul di tengah mulai munculnya berbagai pembicaraan mengenai konfigurasi politik menuju Pemilu 2029. Namun hingga saat ini, partai-partai politik masih berfokus pada agenda pemerintahan dan pembahasan berbagai kebijakan yang sedang berjalan. Pilpres 2029 sendiri masih menyisakan waktu sekitar tiga tahun sebelum memasuki tahapan kontestasi politik berikutnya. (RHU)