JAKARTA, AFU.ID — DPRD Kabupaten Sumedang mengambil sikap terkait dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang menyeret Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila dan sekretaris pribadinya berinisial R. Setelah menggelar rapat khusus, DPRD memutuskan untuk menghormati proses investigasi yang kini dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sikap tersebut diambil setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk menelusuri isu yang berkembang. DPRD Sumedang menyatakan tidak akan mengambil kesimpulan sebelum tim tersebut menyampaikan hasil pemeriksaannya.
Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Sumedang Mamat Rohimat mengatakan lembaganya akan menunggu hasil investigasi tersebut. DPRD berharap pemeriksaan dilakukan secara objektif dan transparan sehingga keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. "DPRD Sumedang menghormati langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti isu yang berkembang," ujar Mamat, Senin (31/8/2026).
Meski demikian, DPRD memastikan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap perkembangan proses investigasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pengawasan tersebut dilakukan agar persoalan yang tengah mencuat tidak mengganggu jalannya pemerintahan daerah maupun pelayanan kepada masyarakat. Mamat mengatakan rapat khusus DPRD juga menekankan pentingnya menjaga roda pemerintahan Kabupaten Sumedang tetap berjalan. Menurutnya, polemik yang sedang ditangani melalui mekanisme investigasi tidak boleh membuat kepentingan masyarakat terabaikan.
"DPRD akan terus mengawasi perkembangan proses investigasi. Di sisi lain, kami meminta Pemerintah Kabupaten Sumedang tetap fokus menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat," katanya. DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tidak memperkeruh situasi selama proses investigasi berlangsung. Lembaga legislatif tersebut meminta semua pihak menjaga kondisi tetap kondusif dan memberikan ruang bagi tim investigasi untuk bekerja. "Pimpinan DPRD Sumedang mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kondusif," ujar Mamat.
Rapat khusus tersebut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan alat kelengkapan DPRD Sumedang. Di antaranya Ketua Komisi I Asep Kurnia, Ketua Komisi III Endang Taufiq FR, serta Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah Rahmat Juliadi. Perwakilan sejumlah fraksi juga mengikuti rapat tersebut, mulai dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hingga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (EER)