JAKARTA, AFU.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan tidak menemukan ritual satanic dalam atraksi Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026. Atraksi dalam acara yang digelar Kamis (10/9/2026) itu sebelumnya viral di media sosial karena menampilkan sejumlah simbol dan adegan penyembelihan kambing yang disebut-sebut menyerupai ritual satanic.
Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan Mansur Nasri mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk mendalami atraksi tersebut. Menurut Mansur, penampilan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Maulid Nabi sekaligus hajatan sunatan warga Simbang Kulon. "Mereka tidak tahu konsep bahwa itu mirip ritual penyembahan setan atau ritual satanic. Mereka didorong rasa untuk pokoknya tampil beda, pokoknya itu ramai dan pokoknya itu wah," ujar Mansur, seperti diberitakan Kompas, Selasa (15/9/2026).
Mansur menjelaskan para penampil hanya mengambil referensi dari sejumlah pertunjukan yang dianggap menarik. Referensi tersebut kemudian mereka latih dan tampilkan dalam karnaval. "Mereka ngeh setelah muncul di media sosial tadi itu jadi ramai. Penyelenggara pun ataupun yang tampil itu pun baru tahu," katanya. MUI kemudian memberikan pemahaman kepada warga agar tidak kembali menampilkan simbol maupun atraksi yang dapat menyerempet persoalan keyakinan dan kepercayaan. "Karena tidak tahu, ya maka kita kasih tahu dan itu ternyata dilarang," ujar Mansur.
Mansur juga menjelaskan adegan penyembelihan kambing yang menjadi salah satu bagian atraksi dan ramai diperbincangkan. Berdasarkan hasil konfirmasi MUI di lapangan, penyembelihan kambing tersebut dilakukan dengan membaca basmalah. Dengan demikian, menurut keterangan yang diterima MUI, proses penyembelihan tetap mengikuti ketentuan syariah. "Walau penampilannya memang kelihatannya seperti sangar dan sebagainya," kata Mansur.
Mansur menegaskan MUI tidak menemukan unsur penyembahan setan maupun upaya mengajarkan ritual satanic dalam atraksi tersebut. Menurut dia, penampilan tersebut hanya merupakan salah satu dari sekitar 25 atraksi dalam rangkaian karnaval Maulid Nabi. "Memang murni untuk performa penampilan hal-hal tadi. Hanya saja tadi itu, tidak ada hal-hal yang menyerempet tentang masalah keyakinan, masalah kepercayaan," tuturnya. (EER)