JAKARTA, AFU.ID - Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali melontarkan material vulkanik yang memicu hujan abu tipis di kawasan Banten hingga Bandar Lampung. Banyak yang mengira debu ini sama seperti debu jalanan biasa, padahal abu vulkanik didominasi pecahan kaca silika mikroskopis dan kristal batuan bersudut tajam. Bagi warga yang terdampak, paparan materi tajam ini tidak cuma bikin repot saat membersihkan rumah, tapi juga mengancam kesehatan saluran pernapasan hingga merusak komponen kendaraan.
Agar terhindar dari dampak buruk kesehatan dan kerugian materi selama periode erupsi, ada sejumlah panduan keselamatan yang wajib dijalankan:
1. Langkah Proteksi yang Wajib Diterapkan
Perketat Perlindungan Pernapasan: Kenakan masker berstandar N95 atau gunakan masker ganda saat terpaksa beraktivitas di luar. Ukuran partikel abu vulkanik yang sangat kecil rentan masuk hingga ke paru-paru dan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Lindungi Mata dan Area Kulit: Pengendara sepeda motor disarankan menggunakan helm full-face dengan kaca tertutup rapat atau kacamata pelindung (goggles). Setelah tiba di rumah, langsung mandi dan cuci pakaian yang terpapar secara terpisah agar debu tidak memicu iritasi kulit.
Segel Rumah dan Amankan Sumber Air: Tutup rapat pintu, jendela, serta celah ventilasi menggunakan kain atau handuk lembap. Pastikan penampungan air minum serta stok makanan tertutup guna mencegah kontaminasi zat asam yang terbawa abu.
Semprot Air Sebelum Membersihkan Teras: Basahi permukaan lantai atau teras dengan semprotan air sebelum disapu. Teknik ini berfungsi mengikat partikel abu agar tidak kembali terbang (resuspensi) dan terhirup oleh anggota keluarga.
2. Kebiasaan Berbahaya yang Pantang Dilakukan
Dilarang Mengucek Mata: Bila mata terasa gatal atau kelilipan, hindari refleks menguceknya. Gesekan serpihan kaca tajam pada abu dapat menggores kornea secara permanen—segera basuh dengan air bersih yang mengalir.
Lepas Lensa Kontak (Softlens): Beralihlah ke kacamata biasa untuk sementara waktu. Partikel abu halus yang terselip di bawah softlens dapat mengakibatkan luka gesek parah hingga infeksi kornea.
Jangan Mengelap Kendaraan Langsung: Sifat abu vulkanik sangat abrasif seperti ampelas. Jangan langsung menyapu atau mengelap bodi mobil dan motor; siram dulu menggunakan air bertekanan tinggi sampai abunya luruh agar cat kendaraan tidak tergores.
Hindari Memacu Kendaraan dengan Kencang: Lapisan abu membuat permukaan jalan licin dan mengaburkan jarak pandang. Selain itu, debu yang terhisap ke dalam filter udara berisiko tinggi menyumbat komponen mesin dan memicu mogok.
Tetap tenang, kurangi mobilitas di luar ruangan jika tidak ada urusan mendesak, dan pantau terus perkembangan status Gunung Anak Krakatau dari saluran resmi PVMBG atau BPBD setempat. (RHU)